Selasa, 01 Mei 2012
Sabtu, 22 Januari 2011
ILMU HADIST
Oleh : Prof. DR.H.Imam Muchlas,MA
Pembahasan mengenai ilmu hadis sangat menarik sekali, pertama tentang definisi hadits. Hadits ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.
ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW.
TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau.
SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam.
TABI’IN ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama atau sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan islam.
MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau disebut juga isi hadits.
Pembahasan mengenai ilmu hadis sangat menarik sekali, pertama tentang definisi hadits. Hadits ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.
ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW.
TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau.
SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam.
TABI’IN ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama atau sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan islam.
MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau disebut juga isi hadits.
Selasa, 20 Juli 2010
Sebuah Esai

Pemabuk, Kebenaran, dan Kiblat
Selasa, 20 Juli 2010 10:04:09 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jember (beritajatim.com) - Seorang kawan menulis di laman Facebook soal revisi arah kiblat oleh Majelis Ulama Indonesia: adakah ini pesanan dari para juragan toko bahan bangunan, karena dengan revisi itu akan banyak takmir harus merehab ulang arah masjid mereka.
Saya percaya, kawan saya itu tengah bercanda. Saya juga tak tahu, seberapa rajinkah ia bersembahyang lima kali sehari. Namun setidaknya mungkin ia ingin meledek sebuah otoritas yang mengeluarkan seruan tentang mana yang boleh, mana yang tidak. Fatwa tentang mana yang sakral, mana yang profan: sebuah ledekan, bahwa produsen tafsir kebenaran bisa saja keliru. Dan kebenaran bisa datang dari mana saja.
Kebenaran bisa datang dari mana saja?
Kamis, 15 Juli 2010
Kisah Sang Profesor
Prof.DR H Imam Mukhlas MA, keturunan Banjarsari
Kisah singkat pernikahan dg istri ke 2 Siti Noer Syamsidar.
Tak menyangka pada suatu pagi hampir sepuluh tahun yang lalu, kami sekeluarga kedatangan serombongan tamu orang-orang alim. Kyai Pondok Ngabar ( Kyai Iskhak ), Bapak Syamsuri , Bapak Zainuri, Ponorogo dan masih ada beberapa orang, tak ketinggalan dr. Atik dan Mas Anang adik dan putra kandung Bp. Imam Mukhlas.
Saya tidak menyangka kalau pagi itu rombongan itu akan melamar adik Kami Siti Noer Syamsidar ( Adik Kandung Siti Noer Riefatien, istri saya ).
Singkat cerita terjadilah pernikahan itu. Setelah terjadi pernikahan, ternyata ibunda Bp. Imam Mukhlas Ibu Ropi'i adalah sepupu ibu saya Siti Karlinah Binti Khusen ( Banjarsari ).
Jadi saya tunggal buyut sama Pak Imam Mukhlas.
Sekarang Sang Profesor ini menganggap saya ini sebagai mertuanya
Terus berkarya Prof. (**)
Baca selengkapnya di :
http://decazuha.multiply.com/journal/item/4
Kisah singkat pernikahan dg istri ke 2 Siti Noer Syamsidar.
Tak menyangka pada suatu pagi hampir sepuluh tahun yang lalu, kami sekeluarga kedatangan serombongan tamu orang-orang alim. Kyai Pondok Ngabar ( Kyai Iskhak ), Bapak Syamsuri , Bapak Zainuri, Ponorogo dan masih ada beberapa orang, tak ketinggalan dr. Atik dan Mas Anang adik dan putra kandung Bp. Imam Mukhlas.
Saya tidak menyangka kalau pagi itu rombongan itu akan melamar adik Kami Siti Noer Syamsidar ( Adik Kandung Siti Noer Riefatien, istri saya ).
Singkat cerita terjadilah pernikahan itu. Setelah terjadi pernikahan, ternyata ibunda Bp. Imam Mukhlas Ibu Ropi'i adalah sepupu ibu saya Siti Karlinah Binti Khusen ( Banjarsari ).
Jadi saya tunggal buyut sama Pak Imam Mukhlas.
Sekarang Sang Profesor ini menganggap saya ini sebagai mertuanya
Terus berkarya Prof. (**)
Baca selengkapnya di :
http://decazuha.multiply.com/journal/item/4
Minggu, 21 Juni 2009
NAPAK TILAS EYANG MANGUNARSO OLEH IKBM SURABAYA

Salah satu garis keturunan eyang Mohammad Bin Umar yang hingga sekarang sangat intens dalam menjalin silaturahmi antar sesama famili, yang saya ketahui adalah dari trah eyang Mangoenarso II. Malah kumpulan famili ini telah tersebar di seluruh Indonesia dalam wadah IKATAN KELUARGA BESAR MANGUNARSAN. Dalam upaya merekatkan ikatan tali silaturahmi tersebut pada Agustus 1969 oleh Panitia Persiapan Trah Mangoenarsan telah dicetak buku Daftar Keturunan Ki Mangunarso II hingga saat ini masih digunakan rujukan kalau famili memerlukan penjelasan tentang famili.
Sekitar tahun 1975 (?) diadakan reuni akbar trah eyang Mangunarso di “dalem ageng” Balerejo rumah pusaka peninggalan eyang Mangunarso. Hadir saat itu famili-famili dari Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya, Sala, Surabaya dan Madiun sebagai tuan rumah.
Untuk keakraban sekaligus napak tilas dan ziarah IKBM cabang Surabaya dipimpin oleh ketuanya Bapak Abdurrohim putro Eyang Suwandi akan mengadakan pertemuan di “ndalem ageng” Balerejo pada tanggal 27 s/d. 28 Juni 2009.
Insya Alloh silsilah Eyang Mangunarso akan saya tulis pada kesempatan mendatang.(*)
Sekitar tahun 1975 (?) diadakan reuni akbar trah eyang Mangunarso di “dalem ageng” Balerejo rumah pusaka peninggalan eyang Mangunarso. Hadir saat itu famili-famili dari Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya, Sala, Surabaya dan Madiun sebagai tuan rumah.
Untuk keakraban sekaligus napak tilas dan ziarah IKBM cabang Surabaya dipimpin oleh ketuanya Bapak Abdurrohim putro Eyang Suwandi akan mengadakan pertemuan di “ndalem ageng” Balerejo pada tanggal 27 s/d. 28 Juni 2009.
Insya Alloh silsilah Eyang Mangunarso akan saya tulis pada kesempatan mendatang.(*)
Langganan:
Postingan (Atom)