<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297</id><updated>2012-02-16T13:59:23.538+07:00</updated><category term='Silaturahim'/><category term='Pendidikan'/><category term='Agama'/><category term='Silsilah'/><category term='Pernikahan'/><category term='Renungan'/><category term='Memori'/><category term='Kabar Duka'/><category term='Hari Lahir'/><title type='text'>IKATAN KELUARGA BESAR BANJARSARI</title><subtitle type='html'>IKATAN KELUARGA BESAR BANJARSARI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-562114397991500739</id><published>2011-10-30T22:23:00.002+07:00</published><updated>2011-10-30T22:30:41.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Sebuah Pengalam Pribadi</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green; font-family: arial, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/09/10/nikmat-rokok-itu-baru-aku-rasakan-sekarang-setelah-25-tahun-kutinggalkan/"&gt;http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/09/10/nikmat-rokok-itu-baru-aku-rasakan-sekarang-setelah-25-tahun-kutinggalkan/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-562114397991500739?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/562114397991500739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=562114397991500739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/562114397991500739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/562114397991500739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2011/10/sebuah-pengalam-pribadi.html' title='Sebuah Pengalam Pribadi'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1081555969770124960</id><published>2011-01-22T18:50:00.011+07:00</published><updated>2011-02-06T23:06:17.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>ILMU HADIST</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Prof. DR.H.Imam Muchlas,MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan mengenai ilmu hadis sangat menarik sekali, pertama tentang definisi hadits.  Hadits  ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;ATSAR ialah sesuatu yang disandarkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;TAQRIR ialah keadaan Nabi Muhammad SAW yang mendiamkan, tidak mengadakan sanggahan atau menyetujui apa yang telah dilakukan atau diperkatakan oleh para sahabat di hadapan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT ialah orang yang bertemu Rosulullah SAW dengan pertemuan yang wajar sewaktu beliau masih hidup, dalam keadaan islam lagi beriman dan mati dalam keadaan islam.&lt;br /&gt;TABI’IN ialah orang yang menjumpai sahabat, baik perjumpaan itu lama atau sebentar, dan dalam keadaan beriman dan islam, dan mati dalam keadaan islam.&lt;br /&gt;MATAN ialah lafadz hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW, atau disebut juga isi hadits. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rawi, yaitu orang yang menyampaikan atau menuliskan hadits dalam suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seseorang atau gurunya. Perbuatannya menyampaikan hadits tersebut dinamakan merawi atau meriwayatkan hadits dan orangnya disebut perawi hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Penyusun Hadits Dalam Menyebutkan Nama Rawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. As Sab’ah berarti diriwayatkan oleh tujuh perawi, yaitu :&lt;br /&gt;   1. Ahmad&lt;br /&gt;   2. Bukhari&lt;br /&gt;   3. Turmudzi&lt;br /&gt;   4. Nasa’i&lt;br /&gt;   5. Muslim&lt;br /&gt;   6. Abu Dawud&lt;br /&gt;   7. Ibnu Majah&lt;br /&gt;2. As Sittah berarti diriwayatkan oleh enam perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Ahmad&lt;br /&gt;3. Al Khomsah berarti diriwayatkan oleh lima perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;4. Al Arba’ah berarti diriwayatkan oleh empat perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’a) selain Ahmad, Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;5. Ats Tsalasah berarti diriwayatkan oleh tiga perawi yaitu : Semua nama yang tersebut diatas (As Sab’ah) selain Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;6. Asy Syaikhon berarti diriwayatkan oleh dua orang perawi yaitu : Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;7. Al Jama’ah berarti diriwayatkan oleh para perawi yang banyak sekali jumlahnya (lebih dari tujuh perawi / As Sab’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matnu’l Hadits adalah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang berakhir pada sanad yang terakhir. Baik pembicaraan itu sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sahabat ataupun tabi’in. Baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi, maupun perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanad atau Thariq adalah jalan yang dapat menghubungkan matnu’l hadits kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran Sanad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami pengertian sanad, dapat digambarkan sebagai berikut: Sabda Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam didengar oleh sahabat (seorang atau lebih). Sahabat ini (seorang atau lebih) menyampaikan kepada tabi’in (seorang atau lebih), kemudian tabi’in menyampaikan pula kepada orang-orang dibawah generasi mereka. Demikian seterusnya hingga dicatat oleh imam-imam ahli hadits seperti Muslim, Bukhari, Abu Dawud, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Waktu meriwayatkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Bukhari berkata hadits ini diucapkan kepada saya oleh A, dan A berkata diucapkan kepada saya oleh B, dan B berkata diucapkan kepada saya oleh C, dan C berkata diucapkan kepada saya oleh D, dan D berkata diucapkan kepada saya oleh Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Sanad dan akhir Sanad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah ahli hadits, sanad itu ada permulaannya (awal) dan ada kesudahannya (akhir). Seperti contoh diatas yang disebut awal sanad adalah A dan akhir sanad adalah D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi hadits menurut dapat (diterima) atau ditolaknya hadits sebagai hujjah (dasar hukum) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits Shohih, adalah hadits yang  diriwayatkan oleh rawi yang adil, sempurna ingatan, sanadnya bersambung, tidak ber illat dan tidak janggal. Illat hadits yang dimaksud adalah suatu penyakit yang samar-samar yang dapat menodai keshohihan suatu hadits.&lt;br /&gt;2. Hadits Makbul adalah hadits-hadits yang mempunyai sifat-sifat yang dapat diterima sebagai Hujjah. Yang termasuk hadits makbul adalah Hadits Shohih dan Hadits Hasan.&lt;br /&gt;3. Hadits Hasan adalah hadits yang diriwayatkan oleh Rawi yang adil, tapi tidak begitu kuat ingatannya (hafalan), bersambung sanadnya, dan tidak terdapat illat serta kejanggalan pada matannya. Hadits Hasan termasuk hadits yang Makbul, biasanya dibuat hujjah buat sesuatu hal yang tidak terlalu berat atau terlalu penting.&lt;br /&gt;4. Hadits Dhoif adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shohih atau hadits hasan. Hadits Dhoif banyak macam ragamnya dan mempunyai perbedaan derajat satu sama lain, disebabkan banyak atau sedikitnya syarat-syarat hadits shohih atau hasan yang tidak dipenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat Hadits Shohih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hadits dapat dinilai shohih apabila telah memenuhi 5 Syarat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Rawinya bersifat Adil&lt;br /&gt; * Sempurna ingatan&lt;br /&gt; * Sanadnya tidak terputus&lt;br /&gt; * Hadits itu tidak berillat dan&lt;br /&gt; * Hadits itu tidak janggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Adil dalam periwayatan, seorang rawi harus memenuhi 4 syarat untuk dinilai adil, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Selalu memelihara perbuatan taat dan menjahui perbuatan maksiat.&lt;br /&gt; * Menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun.&lt;br /&gt; * Tidak melakukan perkara-perkara Mubah yang dapat menggugurkan iman kepada kadar dan mengakibatkan penyesalan.&lt;br /&gt; * Tidak mengikuti pendapat salah satu madzhab yang bertentangan dengan dasar Syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Hadits Dhoif berdasarkan kecacatan perawinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Hadits Maudhu’: adalah hadits yang diciptakan oleh seorang pendusta yang ciptaan itu mereka katakan bahwa itu adalah sabda Nabi SAW, baik hal itu disengaja maupun tidak.&lt;br /&gt; * Hadits Matruk: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang dituduh dusta dalam perhaditsan.&lt;br /&gt; * Hadits Munkar: adalah hadits yang menyendiri dalam periwayatan, yang diriwayatkan oleh orang yang banyak kesalahannya, banyak kelengahannya atau jelas kefasiqkannya yang bukan karena dusta. Di dalam satu jurusan jika ada hadits yang diriwayatkan oleh dua hadits lemah yang berlawanan, misal yang satu lemah sanadnya, sedang yang satunya lagi lebih lemah sanadnya, maka yang lemah sanadnya dinamakan hadits Ma’ruf dan yang lebih lemah dinamakan hadits Munkar.&lt;br /&gt; * Hadits Mu’allal (Ma’lul, Mu’all): adalah hadits yang tampaknya baik, namun setelah diadakan suatu penelitian dan penyelidikan ternyata ada cacatnya. Hal ini terjadi karena salah sangka dari rawinya dengan menganggap bahwa sanadnya bersambung, padahal tidak. Hal ini hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang ahli hadits.&lt;br /&gt; * Hadits Mudraj (saduran): adalah hadits yang disadur dengan sesuatu yang bukan hadits atas perkiraan bahwa saduran itu termasuk hadits.&lt;br /&gt; * Hadits Maqlub: adalah hadits yang terjadi mukhalafah (menyalahi hadits lain), disebabkan mendahului atau mengakhirkan.&lt;br /&gt; * Hadits Mudltharrib: adalah hadits yang menyalahi dengan hadits lain terjadi dengan pergantian pada satu segi yang saling dapat bertahan, dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan (dikumpulkan).&lt;br /&gt; * Hadits Muharraf: adalah hadits yang menyalahi hadits lain terjadi disebabkan karena perubahan Syakal kata, dengan masih tetapnya bentuk tulisannya.&lt;br /&gt; * Hadits Mushahhaf: adalah hadits yang mukhalafahnya karena perubahan titik kata, sedang bentuk tulisannya tidak berubah.&lt;br /&gt; * Hadits Mubham: adalah hadits yang didalam matan atau sanadnya terdapat seorang rawi yang tidak dijelaskan apakah ia laki-laki atau perempuan.&lt;br /&gt; * Hadits Syadz (kejanggalan): adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang makbul (tsiqah) menyalahi riwayat yang lebih rajih, lantaran mempunyai kelebihan kedlabithan atau banyaknya sanad atau lain sebagainya, dari segi pentarjihan.&lt;br /&gt; * Hadits Mukhtalith: adalah hadits yang rawinya buruk hafalannya, disebabkan sudah lanjut usia, tertimpa bahaya, terbakar atau hilang kitab-kitabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan gugurnya rawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Hadits Muallaq: adalah hadits yang gugur (inqitha’) rawinya seorang atau lebih dari awal sanad.&lt;br /&gt; * Hadits Mursal: adalah hadits yang gugur dari akhir sanadnya, seseorang setelah tabi’in.&lt;br /&gt; * Hadits Mudallas: adalah hadits yang diriwayatkan menurut cara yang diperkirakan, bahwa hadits itu tiada bernoda. Rawi yang berbuat demikian disebut Mudallis.&lt;br /&gt; * Hadits Munqathi’: adalah hadits yang gugur rawinya sebelum sahabat, disatu tempat, atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut.&lt;br /&gt; * Hadits Mu’dlal: adalah hadits yang gugur rawi-rawinya, dua orang atau lebih berturut turut, baik sahabat bersama tabi’in, tabi’in bersama tabi’it tabi’in, maupun dua orang sebelum sahabat dan tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi hadits Dhoif berdasarkan sifat matannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Hadits Mauquf: adalah hadits yang hanya disandarkan kepada sahabat saja, baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung atau terputus.&lt;br /&gt; * Hadits Maqthu’: adalah perkataan atau perbuatan yang berasal dari seorang tabi’in serta di mauqufkan padanya, baik sanadnya bersambung atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Boleh Berhujjah dengan hadits Dhoif ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat melarang meriwayatkan hadits dhoif yang maudhu’ tanpa menyebutkan kemaudhu’annya. Adapun kalau hadits dhoif itu bukan hadits maudhu’ maka diperselisihkan tentang boleh atau tidaknya diriwayatkan untuk berhujjah. Berikut ini pendapat yang ada yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Pertama Melarang secara mutlak meriwayatkan segala macam hadits dhoif, baik untuk menetapkan hukum, maupun untuk memberi sugesti amalan utama. Pendapat ini dipertahankan oleh Abu Bakar Ibnul ‘Araby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Kedua Membolehkan, kendatipun dengan melepas sanadnya dan tanpa menerangkan sebab-sebab kelemahannya, untuk memberi sugesti, menerangkan keutamaan amal (fadla’ilul a’mal  dan cerita-cerita, bukan untuk menetapkan hukum-hukum syariat, seperti halal dan haram, dan bukan untuk menetapkan aqidah-aqidah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para imam seperti Ahmad bin hambal, Abdullah bin al Mubarak berkata: “Apabila kami meriwayatkan hadits tentang halal, haram dan hukum-hukum, kami perkeras sanadnya dan kami kritik rawi-rawinya. Tetapi bila kami meriwayatkan tentang keutamaan, pahala dan siksa kami permudah dan kami perlunak rawi-rawinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ibnu Hajar Al Asqalany termasuk ahli hadits yang membolehkan berhujjah dengan hadits dhoif untuk fadla’ilul amal. Ia memberikan 3 syarat dalam hal meriwayatkan hadits dhoif, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits dhoif itu tidak keterlaluan. Oleh karena itu, untuk hadits-hadits dhoif yang disebabkan rawinya pendusta, tertuduh dusta, dan banyak salah, tidak dapat dibuat hujjah kendatipun untuk fadla’ilul amal.&lt;br /&gt;2. Dasar amal yang ditunjuk oleh hadits dhoif tersebut, masih dibawah satu dasar yang dibenarkan oleh hadits yang dapat diamalkan (shahih dan hasan)&lt;br /&gt;3. Dalam mengamalkannya tidak mengitikadkan atau menekankan bahwa hadits tersebut benar-benar bersumber kepada nabi, tetapi tujuan mengamalkannya hanya semata mata untuk ikhtiyath (hati-hati) belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi hadits dari segi sedikit atau banyaknya rawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Hadits Mutawatir: adalah suatu hadits hasil tanggapan dari panca indra, yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi, yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat syarat hadits mutawatir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pewartaan yang disampaikan oleh rawi-rawi tersebut harus berdasarkan tanggapan panca indra. Yakni warta yang mereka sampaikan itu harus benar benar hasil pendengaran atau penglihatan mereka sendiri.&lt;br /&gt;2. Jumlah rawi-rawinya harus mencapai satu ketentuan yang tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong/dusta.&lt;br /&gt;3. Adanya keseimbangan jumlah antara rawi-rawi dalam lapisan pertama dengan jumlah rawi-rawi pada lapisan berikutnya. Kalau suatu hadits diriwayatkan oleh 5 sahabat maka harus pula diriwayatkan oleh 5 tabi’in demikian seterusnya, bila tidak maka tidak bisa dinamakan hadits mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Hadits Ahad: adalah hadits yang tidak memenuhi syarat syarat hadits mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi hadits Ahad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hadits Masyhur: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 3 orang rawi atau lebih, serta belum mencapai derajat mutawatir.&lt;br /&gt;2. Hadits Aziz: adalah hadits yang diriwayatkan oleh 2 orang rawi, walaupun 2 orang rawi tersebut pada satu thabaqah (lapisan) saja, kemudian setelah itu orang-orang meriwayatkannya.&lt;br /&gt;3. Hadits Gharib: adalah hadits yang dalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam meriwayatkan, dimana saja penyendirian dalam sanad itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Qudsi atau Hadits Rabbani atau Hadits Ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sesuatu yang dikabarkan oleh Allah kepada nabiNya dengan melalui ilham atau impian, yang kemudian nabi menyampaikan makna dari ilham atau impian tersebut dengan ungkapan kata beliau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Hadits Qudsi dengan hadits Nabawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits qudsi biasanya diberi ciri ciri dengan dibubuhi kalimat-kalimat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Qala ( yaqalu ) Allahu&lt;br /&gt; * Fima yarwihi ‘anillahi Tabaraka wa Ta’ala&lt;br /&gt; * Lafadz lafadz lain yang semakna dengan apa yang tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Semua lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah mukjizat dan mutawatir, sedang hadits qudsi tidak demikian.&lt;br /&gt; * Ketentuan hukum yang berlaku bagi Al-Qur’an, tidak berlaku pada hadits qudsi. Seperti larangan menyentuh, membaca pada orang yang berhadats, dll.&lt;br /&gt; * Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an memberikan hak pahala kepada pembacanya.&lt;br /&gt; * Meriwayatkan Al-Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja atau mengganti lafadz sinonimnya, sedang hadits qudsi tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan bid’ah ialah sesuatu bentuk ibadah yang dikategorikan dalam menyembah Allah yang Allah sendiri tidak memerintahkannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya, serta para sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak menyontohkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban sebagai seorang muslim adalah mengingatkan amar ma’ruf nahi munkar kepada saudara-saudara seiman yang masih sering mengamalkan amalan-amalan ataupun cara-cara bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh berfirman, dalam QS Al-Maidah ayat 3, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” Jadi tidak ada satu halpun yang luput dari penyampaian risalah oleh Nabi. Sehingga jika terdapat hal-hal baru yang berhubungan dengan ibadah, maka itu adalah bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kulu bid’ah dholalah…” semua bid’ah adalah sesat (dalam masalah ibadah). “Wa dholalatin fin Naar…” dan setiap kesesatan itu adanya dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal seperti speaker, naik pesawat, naik mobil, pakai pasta gigi, tidak dapat dikategorikan sebagai bid’ah. Semua hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai bentuk ibadah yang menyembah Allah. Ada tata cara dalam beribadah yang wajib dipenuhi, misalnya dalam hal sembahyang ada ruku, sujud, pembacaan al-Fatihah, tahiyat, dst. Ini semua adalah wajib dan siapa pun yang menciptakan cara baru dalam sembahyang, maka itu adalah bid’ah. Ada tata cara dalam ibadah yang dapat kita ambil hikmahnya. Seperti pada zaman Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggunakan siwak, maka sekarang menggunakan sikat gigi dan pasta gigi, terkecuali beberapa muslim di Arab, India, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan hal baru dalam ilmu pengetahuan bukanlah bid’ah, bahkan dapat menjadi ladang amal bagi umat muslim. Banyak muncul hadits-hadits yang bermuara (matannya) kepada hal bid’ah. Dan ini sangat sulit sekali untuk diingatkan kepada para pengamal bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menyebabkan timbulnya Hadits-Hadits Palsu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Kitab Khulaashah Ilmil Hadits dijelaskan bahwa kabar yang datang pada Hadits ada tiga macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang wajib dibenarkan (diterima).&lt;br /&gt;2. Yang wajib ditolak (didustakan, tidak boleh diterima) yaitu Hadits yang diadakan orang mengatasnamakan Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.&lt;br /&gt;3. Yang wajib ditangguhkan (tidak boleh diamalkan) dulu sampai jelas penelitian tentang kebenarannya, karena ada dua kemungkinan. Boleh jadi itu adalah ucapan Nabi dan boleh jadi pula itu bukan ucapan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (dipalsukan atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah Hadits itu palsu atau tidak, ada beberapa cara, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atas pengakuan orang yang memalsukannya. Misalnya Imam Bukhari pernah meriwayatkan dalam Kitab Taarikhut Ausath dari ‘Umar bin Shub-bin bin ‘Imran At-Tamiimy sesungguhnya dia pernah berkata, artinya: Aku pernah palsukan khutbah Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maisaroh bin Abdir Rabbik Al-Farisy pernah mengakui bahwa dia sendiri telah memalsukan Hadits hadits yang berhubung-an dengan Fadhilah Qur’an (Keutamaan Al-Qur’an) lebih dari 70 hadits, yang sekarang banyak diamalkan oleh ahli-ahli Bid’ah. Menurut pengakuan Abu ‘Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa dia pernah memalsukan dari Ibnu Abbas beberapa Hadits yang hubungannya dengan Fadhilah Qur’an satu Surah demi Surah. (Kitab Al-Baa’itsul Hatsiits).&lt;br /&gt;2. Dengan memperhatikan dan mempelajari tanda-tanda/qorinah yang lain yang dapat menunjukkan bahwa Hadits itu adalah Palsu. Misalnya dengan melihat dan memperhatikan keadaan dan sifat perawi yang meriwayatkan Hadits itu.&lt;br /&gt;3. Terdapat ketidaksesuaian makna dari matan (isi cerita) hadits tersebut dengan Al-Qur’an. Hadits tidak pernah bertentangan dengan apa yang ada dalam ayat-ayat Qur’an.&lt;br /&gt;4. Terdapat kekacauan atau terasa berat didalam susunannya, baik lafadznya ataupun ditinjau dari susunan bahasa dan Nahwunya (grammarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab terjadi atas timbulnya Hadits-hadits Palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Adanya kesengajaan dari pihak lain untuk merusak ajaran Islam. Misalnya dari kaum Orientalis Barat yang sengaja mempelajari Islam untuk tujuan menghancurkan Islam (seperti Snouck Hurgronje).&lt;br /&gt; * Untuk menguatkan pendirian atau madzhab suatu golongan tertentu. Umumnya dari golongan Syi’ah, golongan Tareqat, golongan Sufi, para Ahli Bid’ah, orang-orang Zindiq, orang yang menamakan diri mereka Zuhud, golongan Karaamiyah, para Ahli Cerita, dan lain-lain. Semua yang tersebut ini membolehkan untuk meriwayatkan atau mengadakan Hadits-hadits Palsu yang ada hubungannya dengan semua amalan-amalan yang mereka kerjakan. Yang disebut ‘Targhiib’ atau sebagai suatu ancaman yang yang terkenal dengan nama ‘At-Tarhiib’.&lt;br /&gt; * Untuk mendekatkan diri kepada Sultan, Raja, Penguasa, Presiden, dan lain-lainnya dengan tujuan mencari kedudukan.&lt;br /&gt; * Untuk mencari penghidupan dunia (menjadi mata pencaharian dengan menjual hadits-hadits Palsu).&lt;br /&gt; * Untuk menarik perhatian orang sebagaimana yang telah dilakukan oleh para ahli dongeng dan tukang cerita, juru khutbah, dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum meriwayatkan Hadits-hadits Palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Secara Muthlaq, meriwayatkan hadits-hadits palsu itu hukumnya haram bagi mereka yang sudah jelas mengetahui bahwa hadits itu palsu.&lt;br /&gt; * Bagi mereka yang meriwayatkan dengan tujuan memberi tahu kepada orang bahwa hadits ini adalah palsu (menerangkan kepada mereka sesudah meriwayatkan atau mebacakannya) maka tidak ada dosa atasnya.&lt;br /&gt; * Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut karena tidak tahu, maka tidak ada dosa atasnya. Akan tetapi sesudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu, maka hendaklah segera dia tinggalkannya, kalau tetap dia amalkan sedang dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali, maka hukumnya tidak boleh (berdosa – dari Kitab Minhatul Mughiits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Kitab Hadits Dhaif dan Maudhlu – Muhammad Nashruddin Al-Albany;  Kitab Hadits Maudhlu –  Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah; Kitab Mengenal Hadits Maudhlu – Muhammad bin Ali Asy-Syaukaaniy; Kitab Kalimat-kalimat Thoyiib – Ibnu Taimiyah (tahqiq oleh Muhammad Nashruddin Al-Albany);  Kitab Mushtholahul Hadits –  A. Hassan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dalam Ilmu Hadis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1081555969770124960?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1081555969770124960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1081555969770124960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1081555969770124960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1081555969770124960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2011/01/ilmu-hadist.html' title='ILMU HADIST'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5542437130343969945</id><published>2010-07-20T15:25:00.003+07:00</published><updated>2011-02-06T23:07:57.840+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Esai</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/TEVhfehiBVI/AAAAAAAAAOU/FnNflFbGN4Y/s1600/riza+%26+prapanca+untuk+blog.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495906113673102674" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/TEVhfehiBVI/AAAAAAAAAOU/FnNflFbGN4Y/s320/riza+%26+prapanca+untuk+blog.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 255px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemabuk, Kebenaran, dan Kiblat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 20 Juli 2010 10:04:09 WIB&lt;br /&gt;Reporter : Oryza A. Wirawan&lt;br /&gt;Jember (beritajatim.com) - Seorang kawan menulis di laman Facebook soal revisi arah kiblat oleh Majelis Ulama Indonesia: adakah ini pesanan dari para juragan toko bahan bangunan, karena dengan revisi itu akan banyak takmir harus merehab ulang arah masjid mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, kawan saya itu tengah bercanda. Saya juga tak tahu, seberapa rajinkah ia bersembahyang lima kali sehari. Namun setidaknya mungkin ia ingin meledek sebuah otoritas yang mengeluarkan seruan tentang mana yang boleh, mana yang tidak. Fatwa tentang mana yang sakral, mana yang profan: sebuah ledekan, bahwa produsen tafsir kebenaran bisa saja keliru. Dan kebenaran bisa datang dari mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebenaran bisa datang dari mana saja?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, datanglah di sebuah kampung yang damai, seorang pemabuk bernama Zulfikar Baharuddin. Ia kelasi yang baru turun dari kapal yang tengah membuang sauh. Botol minuman (entah itu arak, ciu, atau air api dari Eropa) ia tenteng dengan enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nama awak Baha'," kata dia dengan logat Melayu kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang kampung yang tertib, Baha' adalah ancaman bagi ketertiban order di sana. Dengan bau alkohol 40 persen menyembur dari mulutnya, ia memasuki sebuah musola kecil dan tertawa-tawa menyindir kedunguan sang marbot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baha' datang tidak dengan ayat-ayat maupun kitab. Ia datang dengan sepotong kompas. Dan berikutnya semua orang di kampung itu tahu: arah kiblat musola mereka bertahun-tahun telah salah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung itu gempar. Sang marbot tua jengkel tiada kepalang, karena selama ini ia bersembahyang tidak ke arah Kabah. Ia curiga, kiblat mereka selama ini menghadap ke stadion klub sepakbola Inggris, Manchester United.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petinggi kampung yang dulunya memimpin proyek pembangunan musola hanya bisa melongo, karena tak akurat. Namun mereka juga tersinggung, mengapa kebenaran itu datang dari seorang kelasi teler macam Baharuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengutip cerita di atas dari sinetron Para Pencari Tuhan yang digarap Deddy Mizwar. Dalam film itu, Deddy berperan sebagai marbot tua yang kaya dengan kebijaksanaan karena ditempa oleh hidup, bukan oleh doktrin dan tafsir beku. Dan sang marbot pula yang mengingatkan kepada para orang kampung: kebenaran bisa berasal dari mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban, pada akhirnya kebenaran adalah konsensus tentang bagaimana kita memandang dunia. Namun dunia adalah komik tragis: di mana pada akhirnya monopoli kebenaran membuat para pemegang otoritas, para inkuisitor, mengejar mereka yang berbeda dengan pedang terhunus: bumi itu bulat, pada akhirnya kita tahu inilah kebenaran itu, setelah bertahun-tahun gereja menganggap bumi seperti meja datar, setelah mereka yang menentang gereja Eropa Abad Pertengahan mati di arena eksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran bisa berasal dari mana saja. Saya merasa itu klise yang pahit. [wir]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5542437130343969945?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5542437130343969945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5542437130343969945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5542437130343969945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5542437130343969945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2010/07/esai-pemabuk-kebenaran-dan-kiblat.html' title='Sebuah Esai'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/TEVhfehiBVI/AAAAAAAAAOU/FnNflFbGN4Y/s72-c/riza+%26+prapanca+untuk+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-7204413438034083341</id><published>2010-07-15T18:22:00.011+07:00</published><updated>2010-08-06T14:15:58.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>Kisah Sang Profesor</title><content type='html'>Prof.DR H Imam Mukhlas MA, keturunan Banjarsari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah singkat pernikahan dg istri ke 2 Siti Noer Syamsidar.&lt;br /&gt;Tak menyangka pada suatu pagi hampir sepuluh tahun yang lalu, kami sekeluarga kedatangan serombongan tamu orang-orang alim. Kyai Pondok Ngabar, Bapak Syamsuri Ngabar, Bapak Zainuri, Ponorogo  dan masih adad beberapa orang, tak ketinggalan   dr. Atik dan Mas Anang adik dan putra kandung Bp. Imam Mukhlas.&lt;br /&gt;Saya tidak menyangka kalau pagi itu rombongan itu akan melamar adik Kami Siti Noer Syamsidar ( Adik Kandung Siti Noer Riefatien, istri saya ).&lt;br /&gt;Singkat cerita terjadilah pernikahan itu. Setelah terjadi pernikahan, ternyata ibunda Bp. Imam Mukhlas Ibu Ropi'i adalah sepupu ibu saya Siti Karlinah Binti Khusen ( Banjarsari ).&lt;br /&gt;Jadi saya tunggal buyut sama Pak Imam Mukhlas.&lt;br /&gt;Sekarang Sang Profesor ini menganggap saya ini sebagai mertuanya&lt;br /&gt;Terus berkarya Prof. (**)&lt;br /&gt;Baca selengkapnya di :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://decazuha.multiply.com/journal/item/4"&gt;http://decazuha.multiply.com/journal/item/4&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-7204413438034083341?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/7204413438034083341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=7204413438034083341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7204413438034083341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7204413438034083341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2010/07/kisah-sang-profesor.html' title='Kisah Sang Profesor'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-3277806343520287676</id><published>2009-06-21T10:17:00.006+07:00</published><updated>2009-06-22T19:43:33.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>NAPAK TILAS EYANG MANGUNARSO OLEH IKBM SURABAYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sj22Od5qK-I/AAAAAAAAAOA/cFgLwRjP4pg/s1600-h/logo+ikbm+tanpa+back+ground+besar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 299px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sj22Od5qK-I/AAAAAAAAAOA/cFgLwRjP4pg/s320/logo+ikbm+tanpa+back+ground+besar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349632292046908386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu garis keturunan eyang Mohammad Bin Umar yang hingga sekarang sangat intens dalam menjalin silaturahmi antar sesama famili, yang saya ketahui adalah dari trah eyang Mangoenarso II. Malah kumpulan famili ini telah tersebar di seluruh Indonesia dalam wadah IKATAN KELUARGA BESAR MANGUNARSAN. Dalam upaya merekatkan ikatan tali silaturahmi tersebut pada Agustus 1969 oleh Panitia Persiapan Trah Mangoenarsan telah dicetak buku Daftar Keturunan  Ki Mangunarso II hingga saat ini masih digunakan rujukan kalau famili memerlukan penjelasan tentang famili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1975 (?) diadakan reuni akbar trah eyang Mangunarso di “dalem ageng” Balerejo rumah pusaka peninggalan eyang Mangunarso. Hadir saat itu famili-famili dari Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya, Sala, Surabaya dan Madiun sebagai tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keakraban sekaligus napak tilas dan ziarah IKBM cabang Surabaya dipimpin oleh ketuanya Bapak Abdurrohim putro Eyang Suwandi akan mengadakan pertemuan di “ndalem ageng” Balerejo pada tanggal 27 s/d. 28 Juni 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Alloh silsilah Eyang Mangunarso akan saya tulis pada kesempatan mendatang.(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-3277806343520287676?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/3277806343520287676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=3277806343520287676' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3277806343520287676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3277806343520287676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/06/napak-tilas-eyang-mangunarso-oleh-ikbm.html' title='NAPAK TILAS EYANG MANGUNARSO OLEH IKBM SURABAYA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sj22Od5qK-I/AAAAAAAAAOA/cFgLwRjP4pg/s72-c/logo+ikbm+tanpa+back+ground+besar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-3863887373047576347</id><published>2009-06-21T08:31:00.010+07:00</published><updated>2011-05-28T09:44:39.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>SEJARAH MASA LALU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Sebuah Tanah Perdikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1762. Awalnya adalah cerita tentang kekalahan Sultan Hamengku Buwono II dari Mataram gagal memenangi peperangan melawan Prabu Joko , seorang adipati Singosari di Malang. Adipati Singosari sebenarnya masih sentono (adik kandung) Sultan Hamengku Buwono. Namun ia melawan. Dan bagi sebuah kerajaan besar seperti Mataram, sebuah kekalahan tidak bisa diterima.&lt;br /&gt;Adalah Pangeran Ronggo, seorang adipati Madiun, yang ditugaskan oleh Sultan Hamengku Buwono II untuk menemui seorang cerdik pandai dan bijak bestari: Kiai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari, Ponorogo. Kepada Kiai Muhammad Besari, Pangeran Ronggo menyampaikan pesan sang Sultan agar mau membantu di medan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Muhammad Besari mengangguk menyanggupi. Karena usia tualah yang memaksa beliau memanggil santri mudanya sekaligus menantunya, Kyai Muhammad Bin Umar untuk berperang di bawah panji-panji Mataram. Kyai Muhammad Bin Umar baru saja menikah satu bulan. Namun, ia mematuhi perintah sang guru sekaligus mertuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad Bin Umar melakukan pendekatan dan strategi yang ganjil dalam melakukan  peperangan. Ia memerintahkan pasukan berhenti di dekat sungai Brantas, dan mendirikan kemah di sana. Beberapa prajurit diperintahkan menanak nasi, sementara beliau sendiri memilih menunaikan shalat.&lt;br /&gt;Kyai Muhammad Bin Umar  memerintahkan 40 orang prajurit dan santri untuk berangkat menuju Malang (Singosari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang diselesaikan tanpa berdarah-darah. Kyai Muhammad Bin Umar masuk ke istana Singosari tanpa perlawanan. Prabu Joko menyerah tanpa syarat, iapun dibawa ke Mataram tanpa diborgol. Permintaannya agar tak dihukum mati dikabulkan oleh  Kyai Muhammad Bin Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabu Joko sebenarnya heran bukan kepalang. Ke mana pasukannya yang hebat dan pernah mengempaskan pasukan Mataram itu? Ia tak bisa menjawab. Tak ada yang bisa menjawab. Misteri baru terkuak, saat rombongan pergi meninggalkan Singosari. Prabu Joko melihat banyak anak kecil yang membawa galah bambu dan panah kecil. Mereka mirip betul dengan tentara Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan berlalu melewati anak-anak kecil itu. Prabu Joko dengan masih menyisakan keheranan, menoleh ke belakang, dan alangkah kagetnya dia: anak-anak kecil itu hilang dan yang terlihat adalah para prajurit Singosari prajutitnya sendiri. Jelaslah semuanya: ia kalah wibawa di hadapan Kyai Muhammad Bin Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Kyai Muhammad BinUmar membawa Prabu Joko ke Mataram tanpa pertumpahan darah membuat Raja Hamengku Buwono II gembira dan terkesan. Sebagai hadiah, Kyai Muhammad Bin Umar dipersilakan memilih wilayah hutan di mana pun juga di bawah kekuasaan Mataram untuk dijadikan desa. Wilayah itu akan menjadi wilayah otonom ( perdikan ) , tanpa dibebani pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad Bin Umar memilih sebuah tanah di dekat Desa Sewulan yang ditinggali Kyai Ageng Basyariyah, putra murid Kiai Muhammad Besari. Di utara sungai Catur, ia memberi nama desa itu Desa Banjasari. Dari sinilah beliau mulai meretas keberadaan desa perdikan Banjarsari yang kelak oleh anak keturunan Kyai Muhammad Bin Umar yakni Kiai Ali Imron memecah desa itu menjadi dua bagian Banjarsari Wetan seluas 500 hektare dan Banjasari Kulon 700 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad Bin Umar memimpin Perdikan Banjasari selama 44 tahun. Ia meninggal pada 1807 atau 1227 hijriah. Ia mewariskan sebuah masjid, Al-Muttaqin, yang didirikannya pada 29 September 1763.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1963 pemerintah mengahapuskan daerah perdikan (otonom).&lt;br /&gt;Kepala pemerintahan desa pada jaman perdikan dinamakan Kyai.&lt;br /&gt;Kyai terakhir dari Banjarsasi Wetan adalah Kyai R. Istiadji bin Kyai Ismangil, sedang Banjarsari Kulon Kyai R.Djojodipoero.&lt;br /&gt;Sayang peninggalan eyang-eyang kita tersebut sekarang telah rata dengan tanah dan telah berpindah tangan. Pada masa kecil saya rumah pusaka tersebut dinamakan “njero kidul” artinya rumah pusaka peninggalan eyang-eyang kyai yang memerintah Banjatrsari Kulon, sedang “njero kulon” rumah pusaka yang  ditempati keluarga besar eyang yang memerintah Banjarsari Wetan yang sekarang ditempati oleh keluarga eyang Abdul Khamid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurah pertama setelah penghapusan perdikan tersebut desa Banjarsari Wetan ialah Bapak R.Poernomo, sedang Banjarsari Kulon Bapak Mario (?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar memang bukan sekedar pionir (pemrakarsa) fisik, tapi juga pionir spiritual. Beliau tidak hanya membangun tempat tinggal bagi kelompok masyarakatnya tetapi juga bagi masyarakat masa depan yang apik dan rapih. Tidak hanya memberikan warisan harta benda berupa desa Banjarsari saja. Lebih dari itu, beliau telah mewariskan Islam, agama yang tak ternilai harganya bagi kita semua, bekal menuju kampung akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau membangun dan memberikan pondasi Agama Islam yang kita imani sekarang, dengan membangun Pondok Pesantren yang menampung ± 1000 orang santri. Nilai spiritual yang hingga kini tetap kita yakini sebagai jarum petunjuk arah langkah kehidupan kita. Nilai-nilai inilah yang terus hidup dan membesarkan generasi-generasi baru yang sedikit banyak ikut mewarnai sejarah perjalanan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar telah lama terkubur di bawah tanah. Namun ia menurunkan generasi-generasi keluarga yang merentang. Semakin lebar rentang itu, maka semakin besar tantangan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan terbesar yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern adalah menghilangnya nilai-nilai identitas. Ini suatu proses yang alamiah, jika kita mampu mencermati realita yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, “menjadi modern” membawa konsekuensi semakin kaburnya batasan antar manusia. Manusia, tanpa membedakan suku, ras dan agama, bisa saling berkomunikasi tanpa hambatan apapun. Dalam hal ini orang sudah tak lagi memandang ikatan-ikatan tersebut. Orang dalam bermasyarakat, lebih memandang ikatan kepentinganlah yang paling sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, keluarga sebagai ikatan emosional dan primordial yang terkecil mulai kehilangan fungsinya sebagai perekat. Ini bisa saja terjadi, jika antar anggota keluarga jarang saling berkomunikasi dan tidak memiliki persamaan pandangan. Jika kita menggunakan bahasa Islami, tali silaturrahmi yang renggang menyebabkan tak berfungsinya keluarga ini, tak terkecuali dalam sebuah keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor utama yang menghapus ikatan primordial keluarga dalam hidup manusia, adalah mulai dilupakannya sejarah. Sebagian besar dari kita sudah mulai melupakan sejarah kita sendiri. Kerap kali kita menganggap remeh dan kesulitan untuk menjawab—pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti: “Siapakah kita?”, “Dari mana asal-usul kita?”, “Bagaimana kita ada?”, “Bagaimana kita dan keluarga kita dibesarkan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering berpendapat bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tak perlu dikenang, kecuali yang berkait langsung dengan kepentingan pribadi kita. Suatu pandangan yang naif bila mendasarkan semua pada kepentingan belaka. Akibatnya, kita tidak bisa menghargai apa arti perjuangan masa lalu, dan mulailah kita kehilangan salah satu nilai kemanusiaan dalam diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarsari, suka atau tidak, adalah sejarah kita. Sengaja dilupakan atau tidak, ia adalah bagian dari hidup kita. Manusia tidak bisa lepas dari masa lalunya. Dan kita sekarang, salah satunya, dibentuk oleh masa lalu itu. Banjarsari ikut membentuk ikatan darah primordial kita, terlepas dari kita lahir di sini atau tidak. Juga terlepas dari kita pernah mengunjunginya atau tidak. (*)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber tulisan :&lt;br /&gt;1  Almarhum Eyang  R.Poernomo                  &lt;br /&gt;2.Tulisan R. Mohammad Noor Syamsuhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh :&lt;br /&gt;Ahmad Budi&amp;nbsp; WIRAWAN &lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.manifesto-padi.blogspot.com/"&gt;http://www.manifesto-padi.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Keturunan eyang Mangunarso NIK No.: IKBM 1.5.10.5.1(’77)&lt;br /&gt;Keturunan eyang Poernomo     NIK No.: IKBP 5.1 (’77)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-3863887373047576347?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/3863887373047576347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=3863887373047576347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3863887373047576347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3863887373047576347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/06/sejarah-masa-lalu_21.html' title='SEJARAH MASA LALU'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-7507205980728327702</id><published>2009-06-20T17:04:00.011+07:00</published><updated>2010-08-08T20:10:26.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silsilah'/><title type='text'>SILSILAH EYANG MUHAMMAD BIN UMAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kyai Muhammad Bin Umar adalah putra menantu dari Kyai Ageng Muhammad Besari, Tegalsari Ponorogo yang berputra sebilan orang yakni :&lt;br /&gt;1. Nyai Abdulrohman&lt;br /&gt;2. Kyai Ya’kub&lt;br /&gt;3. Kyai Isma’il&lt;br /&gt;4. Kyai Bukhori&lt;br /&gt;5. Kyai Iskak, Coper,Kecamatan Jetis - Ponorogo&lt;br /&gt;6. Kyai Kholifah&lt;br /&gt;7. Kyai Ilyas&lt;br /&gt;8. Nyai Muhammad Bin Umar dinikahi oleh Kyai Muhammad Bin Umar&lt;br /&gt;9. Kyai Zaenal Abidin ( Sultan Selangor, Malaysia)&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Kami sengaja tidak menguraikan keturunan dari putra/putri Kyai Muhammad  Besari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasi meredam pembrontakan di Singosari, Malang. Kyai Mohammad Bin Umar  membuka lahan yang kelak dinamakan Banjarsari ( Baca kisah awal :Dari Sebuah Tanah Perdikan ). Dari sinilah beliau mulai meretas keberadaan desa Banjarsari dan mempunyai keturunan sebanyak delapan orang yakni&lt;br /&gt;I. Nyai Ahmad Purwonganti&lt;br /&gt;II. Kyai Ali Imron, Kyai Banjarsari ke 2&lt;br /&gt;III. Kyai Belawi, Giripurno- Magetan&lt;br /&gt;IV. Kyai Maulani, kyai Banjarsari ke 3&lt;br /&gt;V. Kyai Muhammad Fakih&lt;br /&gt;VI. Nyai Nawawi, Tawangrejo – Uteran&lt;br /&gt;VII. Kyai Muhammad Muhyi&lt;br /&gt;VIII. Nyai Ngaisah / Nyai Muhammad Besari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Selanjutnya angka romawi di atas saya pakai untuk angka kelompok untuk penulisan silsilah selanjutnya.Dan penulisan akan saya muat sesuai data yang ada pada saya.&lt;br /&gt;Untuk kelengkapan data saya harap para famili  dari keturunan Eyang Mohammad Bin Umar untuk membantu melengkapinya dengan mengirim data ke email saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK I :&lt;br /&gt;Keturunan  Nyai Ahmad Puwonganti  mempunyai putra / putri 9 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Nyai Edris – Banjarsari&lt;br /&gt;2. Ki Zaenal Mustofa&lt;br /&gt;3. Ki Makhali&lt;br /&gt;4. Nyi Musa – Sukasari&lt;br /&gt;5. Ki Sulaiman&lt;br /&gt;6. Nyi Imam Zaet&lt;br /&gt;7. Ki Muhammad&lt;br /&gt;8. Ki Sunget&lt;br /&gt;9. Nyi Sakinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK II :&lt;br /&gt;Keturunan Kyai Ali Imron – Banjarsari  mempunyai putra / putri 3 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Nyai Tabtazani – Keradinan – Ponorogo&lt;br /&gt;2. Kyai Tafsir Anom I – Banjarsari&lt;br /&gt;3. Kyai Musta’in – Nganjuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK  III:&lt;br /&gt;Keturunan Kyai Baidhowi / Kyai Belawi – Banjarsari mempunyai putra / putri 7 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Kyai Imam Hidayat – Giripurno&lt;br /&gt;2. Ki Abdul Latif - Kebonsari&lt;br /&gt;3. Ki Zakaria – Siman , Ponorogo&lt;br /&gt;4. Ki Munthohar – Ketawang&lt;br /&gt;5. Ki Mustofa&lt;br /&gt;6. Ki Ali Brahim&lt;br /&gt;7. Ki Kasan Pura – Magetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK  IV :&lt;br /&gt;Keturunan Kyai Maolani – Banjarsar mempunyai putra / putri 14 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Ki H. Sungep&lt;br /&gt;2. Ki Jayadi I&lt;br /&gt;3. Nyi H. Abdurrohman&lt;br /&gt;4. Ki Dorahman – Mawatsari&lt;br /&gt;5. Kyai Murtholo&lt;br /&gt;6. Ki Suhada’&lt;br /&gt;7. Ki Imam Rozi&lt;br /&gt;8. Ki Mukmin&lt;br /&gt;9. Ki Hasan Muntholif&lt;br /&gt;10. Ki Admo Sudiro&lt;br /&gt;11. Nyi Hasyim&lt;br /&gt;12. Nyi Muhsin&lt;br /&gt;13. Nyi Panji&lt;br /&gt;14. Nyi Nurman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK V :&lt;br /&gt;Keturunan  Ki Muhammad Fakih – Banjarsari mempunyai putra / putri 6 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Ki Muntohar&lt;br /&gt;2. Ki Muhammad Sakeh&lt;br /&gt;3. Ki Sakiran Kaliyoso&lt;br /&gt;4. Nyi Muhammad Harun&lt;br /&gt;5. Nyi “Dungbiru”&lt;br /&gt;6. Ki Imam Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK  VI :&lt;br /&gt;Keturunan  Ki Muhammad Nawawi – Bacem, mempunyai putra / putri 6 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Ki Joyo Dirjo&lt;br /&gt;2. Nyi Rejosari&lt;br /&gt;3. Nyi Imam Sundho&lt;br /&gt;4. Nyi Lurah Mentaram&lt;br /&gt;5. Ki/Nyi (?) Muntdholifah&lt;br /&gt;6. Nyi Sunget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK  VII :&lt;br /&gt;Keturunan Ki Muhammad Muhyi, …………belum mendapatkan data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK  VIII :&lt;br /&gt;Keturunan Nyi Ngaisah / Nyi Akramuddin Bandungsari Kec. Wungu, mempunyai putra / putri 6 orang yakni :&lt;br /&gt;1. Kyai Muhammad Ilyas – Sobrah&lt;br /&gt;2. Nyi H. Masykur – Sobrah&lt;br /&gt;3. Nyi Ahmad – Cirebon&lt;br /&gt;4. Kyai Jamhuri&lt;br /&gt;5. Kyai Ali Ashari – Sobrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-7507205980728327702?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/7507205980728327702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=7507205980728327702' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7507205980728327702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7507205980728327702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/06/silsilah-eyang-muhammad-bin-umar.html' title='SILSILAH EYANG MUHAMMAD BIN UMAR'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-6280276034810513760</id><published>2009-06-16T14:10:00.003+07:00</published><updated>2009-06-16T14:21:57.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Duka'/><title type='text'>Pamanda Murbagio Meninggal Dunia</title><content type='html'>Inna lillahi wainna illaihi roji'un.&lt;br /&gt;Setelah menderita sakit yang lama dan parah akhirnya pamanda Murbagio bin Kusen Hadikusumo meninggal pada hari Minggu tanngal 31 Mei 2009 jam sekitar jam 10.00 wib. Setelah cukup lama dirawat RS Dungus madiun, Sabtu malam beliau menginginkan  pulang ke Banjarsari. Di hadapan semua putra putrinya akhirnya beliau pulang ke rakhmatullah pada usia78 tahun.&lt;br /&gt;Setelah kepergian pamanda Murbagio tinggal pamanda M Sasongko ( di Malang ) dan pamanda Mursidi ( di Medan ) yang tinggal dari keturunan Eyang Kusen Hadikusumo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-6280276034810513760?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/6280276034810513760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=6280276034810513760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6280276034810513760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6280276034810513760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/06/pamanda-murbagip-meninggal-dunia.html' title='Pamanda Murbagio Meninggal Dunia'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1123084949110960560</id><published>2009-05-28T08:07:00.005+07:00</published><updated>2009-05-28T08:26:54.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Pamanda Murbagio Sakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam 17.00  dering di HP ku berbunyi,telepon dari adinda Priyatmoko di Jepara mengabarkan kalau pamanda Murbagio adik ibuku no 3 meninggal dunia. Ina lillahi wainna ilaihi roji'un, sepontan ucapan itu keluar dari mulutku. Aku siap-siap ke Banjarsari bersama istri.&lt;br /&gt;Habis mahgrib telepon rumah berdering dari yunda Murtiningsih meralat berita kalau pamanda Murbagio belum meninggal. Kami berdua tetap berangkat ke Banjarsari, menengok pamanda yang dirawat di RS Dungus.&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak pernah saya lupa dari pamanku ini. Sampai dengan pensiun beliau tetap istikomah menjalan tugasnya sewaktu berdinas di DinKes Madiun, meski itu dilakoninya dengan mengayuh sepeda setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1123084949110960560?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1123084949110960560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1123084949110960560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1123084949110960560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1123084949110960560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/05/blog-post.html' title='Pamanda Murbagio Sakit'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5962035371486188628</id><published>2009-03-19T21:14:00.008+07:00</published><updated>2009-04-16T15:21:08.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>AKHIRNYA DATANG JUGA !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sc1yM9YwcrI/AAAAAAAAANY/JFwoDOfusKo/s1600-h/KB+HANDARU+gabung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 306px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sc1yM9YwcrI/AAAAAAAAANY/JFwoDOfusKo/s320/KB+HANDARU+gabung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318032301956821682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belum lama aku duduk di cafe di bilangan Delta Plasa melepas lelah sehabis mencari kado Rara&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( cucuku dari anak Kiki ) untuk Ultahnya yang ke 3, masuk SMS dari Adinda Edyanto yang lagi ada di Jakarta bahwa ananda Diyah Handaru insya Alloh akan menikah tanggal 27 Maret 2009. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan tersekat dalam dadaku.Haru. Belum lama perasaan itu saya rasakan  juga saat ananda Jatmikowati menikah pada tanggal 9 Maret 2009. Rasa syukur yang tak terhingga. Ada rasa lega dalam dada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku terkenang akan Yunda Nunuk Handaru almarhum.Senyumnya.Keceriannya.Aku ingat juga akan janjiku kalau aku akan hadir saat Diyah menikah &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Seah6_HfufI/AAAAAAAAANo/6YfkRRPkf0U/s1600-h/Mantenan+di+mas+ndaru.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 303px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Seah6_HfufI/AAAAAAAAANo/6YfkRRPkf0U/s320/Mantenan+di+mas+ndaru.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325121644159547890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nanti.                                                &lt;br /&gt;Tapi bisakah aku menghadiri pernikahan nanda Diyah ?. Aku rasanya belum pulih betul setelah operasi jantung bulan kemarin.&lt;br /&gt;                                                                      &lt;br /&gt;Untuk ananda Wati dan Diyah selamat atas pernikahan kalian semoga Alloh selalu paring "pranoto" yang terbaik bagi kalian. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5962035371486188628?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5962035371486188628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5962035371486188628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5962035371486188628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5962035371486188628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/03/akhirnya-datang-juga.html' title='AKHIRNYA DATANG JUGA !'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/Sc1yM9YwcrI/AAAAAAAAANY/JFwoDOfusKo/s72-c/KB+HANDARU+gabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-2710428683828447347</id><published>2009-01-26T11:25:00.001+07:00</published><updated>2009-01-26T11:27:40.239+07:00</updated><title type='text'>Oryza Bercerita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX07olKRGPI/AAAAAAAAAMw/ehjMTjF-e5A/s1600-h/Foto020.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX07olKRGPI/AAAAAAAAAMw/ehjMTjF-e5A/s320/Foto020.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295454305213552882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita tentang Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghabiskan malam tahun baru di Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya. Tiduran di atas selembar tikar di sisi selasar rumah sakit, saya tengah menanti ayah saya yang baru saja dioperasi jantung. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari hujan deras. Malam, saat hujan reda, saya mendengar kegaduhan di jalan raya. Suara sepeda motor yang berkonvoi dengan saringan knalpot yang dicopot memekakkan telinga. Saya membayangkan asap tebal di jalanan. Suara terompet, lalu beberapa kali terdengar sirene mobil patroli polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang berubah setiap malam pergantian tahun. Ritual yang itu-itu saja: meniup terompet, meletuskan petasan, berkonvoi keliling kota, kembang api. Perayaan tahun baru tak ubahnya ritual agama kebudayaan pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memang selalu misterius. Kita lega tahun berganti, waktu berubah, hitungan kembali dari angka satu bulan satu. Seolah tahun kemarin adalah beban, dan awal selalu dikaitkan dengan harapan yang diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu selalu misterius. Saat zaman belum menemukan angka, manusia hanya mengenal siang dan malam sebagai penanda pergantian waktu. Manusia hidup samadya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat waktu diangkakan, hidup manusia seolah dipercepat dan digelisahkan oleh target-target, sasaran-sasaran. Hidup kita tak lebih dari angka-angka: tanggal lahir, bulan, tahun, jam, menit, detik. Kecepatan menjadi Tuhan baru. Apa yang cepat dianggap baik: lulus cepat, kerja cepat, proyek selesai lebih cepat. Mungkin hanya cepat tua yang tak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dalam waktu yang tergese-gesa. Bahkan kita terlampau tergesa hanya untuk menanti lampu lalu lintas berubah dari merah menjadi hijau. Menanti 30 detik lampu merah rasanya berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kompetisi abad modern yang melampaui waktu. Hidup bersama waktu tak ubahnya hidup dalam sebuah olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah yang akan menghentikan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis dinihari, 1 Januari 2009, saya dibangunkan oleh jeritan tangis perempuan. Masih pukul 01.32. Saya melihat seorang perempuan muda menangis hebat, dan tengah ditenangkan perempuan yang tampaknya lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencerna: Ibu perempuan muda itu meninggal, setelah menjalani operasi jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang tidur di lorong rumah sakit ikut terbangun. Tak ada yang bisa diperbuat. Perempuan muda itu pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendadak merasa kosong. Ketergesa-gesaan menjadi tak berarti. Saya teringat syair lagu kelompok musik kesukaan saya, Padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah hidup hanya perhentian. Tak harus kencang terus berlari. kuhelakan nafas panjang tuk siap berlari kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru 2009. (*) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Esai" rel="tag"&gt;Esai&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;a name="comments"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt; 0 comments:          &lt;/h4&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-2710428683828447347?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/2710428683828447347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=2710428683828447347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/2710428683828447347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/2710428683828447347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/01/oryza-bercerita.html' title='Oryza Bercerita'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX07olKRGPI/AAAAAAAAAMw/ehjMTjF-e5A/s72-c/Foto020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-4545100382791275921</id><published>2009-01-26T11:14:00.001+07:00</published><updated>2009-01-26T11:17:24.916+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX05FAEPU0I/AAAAAAAAAMo/4bZvYPMoKaU/s1600-h/Foto024.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX05FAEPU0I/AAAAAAAAAMo/4bZvYPMoKaU/s320/Foto024.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295451494937482050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 class="date-header"&gt;04 January 2009&lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="4240228711171254335"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bapak sudah Pulang ke Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapakku sudah sehat lagi dan pulang ke rumah. Satu ring (cincin) yang disebut Tsunami Stand sudah terpasang di saluran darah menuju jantungnya. Saluran darah ini tersumbat oleh kerak, yang kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan merokok yang sudah tak dilakukan lagi 20 tahun lalu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berbahayanya rokok... (tak heran jika sebagian orang bersikeras melarang rokok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak pulang, dan disambut makanan kupang dari Mbak Mus. Enak sekali. Mbak Mus adalah istri adik kandung Ibu, Bambang Priambodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cerita dan fakta selama Bapakku dirawat di rumah sakit yang sebenarnya bagus untuk ditulis sebagai kritik bagi dunia kedokteran. Tapi aku menghormati keinginan Bapak agar tidak menuliskannya, demi kebaikan semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suatu saat aku tetap akan menuliskannya. Entah kapan. Bisa satu tahun lagi atau bahkan 20 tahun lagi. Selama aku masih hidup dan menjadi wartawan yang meliput pelayanan publik, aku akan tetap akan menuliskannya suatu saat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku yakin itulah fungsi jurnalisme: mengingatkan semua orang, apapun harga yang harus dibayar. Termasuk harga untuk diriku sendiri. Ini sesuatu prinsip, dan prinsip itulah yang dulu diajarkan ayahku: mengatakan apapun yang dianggap benar, walau itu pahit. (*) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Keluarga" rel="tag"&gt;Keluarga&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Kesehatan" rel="tag"&gt;Kesehatan&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;a name="comments"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h4&gt; 0 comments:          &lt;/h4&gt;  &lt;p class="comment-footer"&gt; &lt;a href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=19746512&amp;amp;postID=4240228711171254335" onclick=""&gt;Post a Comment&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-4545100382791275921?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/4545100382791275921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=4545100382791275921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4545100382791275921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4545100382791275921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2009/01/04-january-2009-bapak-sudah-pulang-ke.html' title=''/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SX05FAEPU0I/AAAAAAAAAMo/4bZvYPMoKaU/s72-c/Foto024.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-7639866271963688501</id><published>2008-11-12T11:05:00.005+07:00</published><updated>2009-04-16T15:34:06.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>KETEMU TEMAN MASA SMP DI REUNI GONTOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SVEAzFjGpAI/AAAAAAAAAMg/rSHv3E84unk/s1600-h/keluarga+eyang+rustilah+webb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SVEAzFjGpAI/AAAAAAAAAMg/rSHv3E84unk/s320/keluarga+eyang+rustilah+webb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283004715545043970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam 8.00 wib Sabtu tanggal 1 Nopember 2008, bus rombongan keluarga dari Surabaya berangkat dari kediaman Bapak Prof Dr. Mohammad Yogiantoro, Jl Cintandui No 3 Surabaya, menuju Ponpes Modern Gontor tempat reuni akbar keturunan Eyang Prawiro Kusumo. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bus banyak saya temui famili yang belum pernah saya lihat sebelumnya, tapi banyak juga famili yang sudah saya kenal.Salah satunya dosen anaku Kiki di FK Unair , Prof.Yogi, Prof.Diani dan juga dr.TW.  begitu Kiki memanggilnya yang mestinya juga dia berhak memanggil "dimas" kepada mereka semua  karena aku "pakliknya" menurut urutan kefamilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mBak Nunuk Supardi sebagai ketua rombongan dibantu dinda dr.TW ( Teguh Wahyudi ). Kecerian saya lihat dari tiap wajah di dalam bis saat itu. Alunan suara dinda Udik (dr.TW) mengikuti lagu-lagu karaoke dari sound system bis, bergantian dengan famili yg lain. Meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11.00 wib. rombongan sampai di kota Nganjuk. Rombongan  berhenti untuk sholat dhuhur dan makan siang. Sebelumnya rombongan mampir di  bekas rumah kediaman eyang Fakih yang biasa kita sebut Eyang Nganjuk yang telah diwakafkan kepada Ponpes Gontor  dan saat  ini dijadikan sevagai Islamic centre di Nganjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr.Teguh Wahyudi memberikan hal ihwal keberadaan rumah tersebut masa lalu, bergantian dengan mBak Nunuk Supardi.&lt;br /&gt;Setelah sholat dhuhur dan makan siang rombongan meneruskan perjalan ke Gontor.&lt;br /&gt;Saya dan istri juga adinda Avif Priyatmoko dan adinda Arum turun di Pagotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu tanggal 2 Nopember 2008 pagi saya berangkat bersama tim dokumentasi dari Banjarsari, (Ahmad Budi Wahyu Nugroho, Wahyu Susilo, Niken Edyanto) berang kat ke Gontor.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-7639866271963688501?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/7639866271963688501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=7639866271963688501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7639866271963688501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7639866271963688501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/11/ketemu-teman-masa-smp-di-reuni-gontor.html' title='KETEMU TEMAN MASA SMP DI REUNI GONTOR'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SVEAzFjGpAI/AAAAAAAAAMg/rSHv3E84unk/s72-c/keluarga+eyang+rustilah+webb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-4845708561401349777</id><published>2008-10-26T13:05:00.004+07:00</published><updated>2008-10-26T13:49:02.726+07:00</updated><title type='text'>REUNI KELUARGA BESAR GONTOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 20 Oktober 2008, saya terima telepon dari Mas Yanto ( putro Bp. Fatkhurohman) bahwa saya ditunjuk menjadi  kordinator dari Keluarga Besar Eyang Kusen Hadikusumo, dalam reuni Keluarga Besar Gontor.&lt;br /&gt;Saya ditanya oleh anak saya apa hubungannya dengan keluarga Gontor.&lt;br /&gt;Saya jelaskan waktu itu bahwa Eyang Buyut kita&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Eyang  Prawiro Koesoemo&lt;/span&gt;  mempunyai Putra-putri 6 orang :&lt;br /&gt;1. Nyi Kustilah&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Nyi Soeratmi Eyang Fakih (Gontor)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Ki Ali Soemowinoto&lt;br /&gt;4. Nyi Moentek&lt;br /&gt;5. Ki Ibrahim Soemopranoto&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Ki Kusen Hadikusoemo (Banjarsari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sekandung dengan Eyang yang menurunkan Keluarga Gontor. Jadi wajar kalau kita diundang dalam reuni tersebut.&lt;br /&gt;Kapan ya kita bisa reuni Keluarga Besar Eyang Prawiro Koesoemo ?. Tentunya di Banjarsari.&lt;br /&gt;Insya Alloh kalau data silsilah ini saya dapat akan saya upload di blog ini. Siapa Bisa membantu memberikan datanya ? (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-4845708561401349777?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/4845708561401349777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=4845708561401349777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4845708561401349777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4845708561401349777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/10/reuni-keluarga-besar-gontor.html' title='REUNI KELUARGA BESAR GONTOR'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-7908724353759420869</id><published>2008-10-26T12:50:00.003+07:00</published><updated>2008-10-26T13:05:00.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Duka'/><title type='text'>KABAR DUKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Innalillahi wainna ilaihi roji'un.&lt;br /&gt;Kamis tanggal 16 Oktober 2008, kami menerima kabar dari Kanda Ahmad Budi Djatmiko Madiun, bahwa Ayunda Triretno binti Rajak Mangoensoedarso meninggal dunia. Beliau meninggal pada usia ke 90 tahun, tepat pada hari ulang tahunnya.&lt;br /&gt;Jum'at 17 Oktober 2008 kami ke Madiun, saya, Pak Isno, Yunda Arie Suisno, Nanda Safarijanto Takziyah ke Madiun. Jenazah dimakamkan di makam keluarga di Balerejo ( Kebonsari, Madiun), setelah sholat Jum'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kenangan yang tak bisa aku lupakan dari yunda Triretno ( Yu Rat kami memanggilnya ) adalah disiplin yang tinggi dan serba teratur / rapi, kemandirian yang selalu beliau tanamkan kepada sya waktu itu. Selamat jalan yunda. Semoga Alloh mengampuni segala dosa yunda, menerima amal baik yunda. Amin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-7908724353759420869?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/7908724353759420869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=7908724353759420869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7908724353759420869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/7908724353759420869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/10/kabar-duka.html' title='KABAR DUKA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-3881160011848321247</id><published>2008-09-24T10:49:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T10:52:01.603+07:00</updated><title type='text'>MENGINGAT KEMBALI KEBERADAAN KITA</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sejarah, Kehormatan dan Keberadaan Makam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;Sebuah Catatan Pengantar )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s1600-h/uvs050222-006.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150821903111853746" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s320/uvs050222-006.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Tantangan terbesar yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern adalah menghilangnya nilai-nilai identitas. Ini suatu proses yang alamiah, jika kita mampu mencermati realita yang ada. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, “menjadi modern” membawa konsekuensi semakin kaburnya batasan antar manusia. Manusia, tanpa membedakan suku, ras dan agama, bisa saling berkomunikasi tanpa hambatan apapun. Dalam hal ini orang sudah tak lagi memandang ikatan-ikatan tersebut. Orang dalam bermasyarakat, lebih memandang ikatan kepentinganlah yang paling sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kedua, keluarga sebagai ikatan emosional dan primordial yang terkecil mulai kehilangan fungsinya sebagai perekat. Ini bisa saja terjadi, jika antar anggota keluarga jarang saling berkomunikasi dan tidak memiliki persamaan pandangan. Jika kita menggunakan bahasa Islami, tali silaturrahmi yang renggang menyebabkan tak berfungsinya keluarga ini, tak terkecuali dalam sebuah keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor utama yang menghapus ikatan primordial keluarga dalam hidup manusia, adalah mulai dilupakannya sejarah. Sebagian besar dari kita sudah mulai melupakan sejarah kita sendiri. Kerap kali kita menganggap remeh dan kesulitan untuk menjawab—pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti: “Siapakah kita?”, “Dari mana asal-usul kita?”, “Bagaimana kita ada?”, “Bagaimana kita dan keluarga kita dibesarkan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering berpendapat bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tak perlu dikenang, kecuali yang berkait langsung dengan kepentingan pribadi kita. Suatu pandangan yang naif bila mendasarkan semua pada kepentingan belaka. Akibatnya, kita tidak bisa menghargai apa arti perjuangan masa lalu, dan mulailah kita kehilangan salah satu nilai kemanusiaan dalam diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarsari, suka atau tidak, adalah sejarah kita. Sengaja dilupakan atau tidak, ia adalah bagian dari hidup kita. Manusia tidak bisa lepas dari masa lalunya. Dan kita sekarang, salah satunya, dibentuk oleh masa lalu itu. Banjarsari ikut membentuk ikatan darah primordial kita, terlepas dari kita lahir di sini atau tidak. Juga terlepas dari kita pernah mengunjunginya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kyai Muhammad bin Umar meretas keberadaan Banjarsari pertama kali pada 240 tahun yang lalu, mulailah cerita sejarah keluarga besar kita diguratkan. Berawal dari beliau menerima hadiah dari Kasultanan Mataram atas jasa beliau berhasil meredakan pembrontakan yang dilakukan oleh Pangeran Singosari (Malang). Hadiah tersebut berupa tanah yang harus dibabat sendiri oleh beliau. Lahirlah desa perdikan kecil ini, Banjarsari. Dari sinilah lahir sebuah keluarga besar dengan nilai-nilai identitas yang khas. Nilai-nilai identitas yang banyak diwarnai oleh nilai-nilai moral luhur religius (keagamaan), yang diwariskan kepada anggota keluarganya secara turun-temurun. Nilai identitas ini adalah kekuatan mengakar, yang sadar atau tidak, banyak mempengaruhi perilaku hidup kita di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar memang bukan sekedar pionir (pemrakarsa) fisik, tapi juga pionir spiritual. Beliau tidak hanya membangun tempat tinggal bagi kelompok masyarakatnya tetapi juga bagi masyarakat masa depan yang apik dan rapih. Tidak hanya memberikan warisan harta benda berupa desa Banjarsari saja. Lebih dari itu, beliau telah mewariskan Islam, agama yang tak ternilai harganya bagi kita semua, bekal menuju kampung akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau membangun dan memberikan pondasi Agama Islam yang kita imani sekarang, dengan membangun Pondok Pesantren yang menampung ± 1000 orang santri. Nilai spiritual yang hingga kini tetap kita yakini sebagai jarum petunjuk arah langkah kehidupan kita. Nilai-nilai inilah yang terus hidup dan membesarkan generasi-generasi baru yang sedikit banyak ikut mewarnai sejarah perjalanan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar memang telah lama terkubur di bawah tanah. Beliau kini, mungkin, hanyalah sebuah nama masa lalu yang tenggelam di antara sekian nama besar dan nama baru. Makam beliau kini mengalami kerusakan berat dan nyaris tak terurus. Tragis, bila kita mengingat besarnya jasa beliau yang telah membuka/membabad hutan membangun sebuah desa Islami, desa perdikan Banjarsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, suka atau tidak, juga mulai menghilang dari benak kita, cucu-cicit beliau. Ironis ! Akankah falsafah hidup “Mikul Dhuwur, Mendhem Jero” hilang ditelan kehidupan modern. Islam tidak mengajarkan demikian. Pada setiap selesai sholat kita disunnahkan mendoa bagi leluhur dan para syuhada, saudara se-agama dan se-iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno pernah wanti-wanti agar selalu ingat sejarah. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ucapan beliau benar adanya, karena tanpa itu, nilai-nilai identitas yang telah dengan susah payah dibangun dan diwariskan akan kehilangan maknanya. Sekian. (*)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Catatan : Sekarang Keadaan makam sudah cukup bagus rapi. ( mazwink)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;Ahmad Budi Wirawan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://banjarsari-online.blogspot.com/2007/09/sejarah-kehormatan-dan-keberadaan-makam.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2007-09-02T15:18:00+07:00"&gt;Minggu, September 02, 2007&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=3745133642706328297&amp;amp;postID=3771184211600734695" title="Posting Email"&gt; &lt;span class="email-post-icon"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-233639295"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=3745133642706328297&amp;amp;postID=3771184211600734695" title="Edit Posting"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" height="18" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Label: &lt;a href="http://banjarsari-online.blogspot.com/search/label/Memori" rel="tag"&gt;Memori&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-3881160011848321247?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/3881160011848321247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=3881160011848321247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3881160011848321247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3881160011848321247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/09/mengingat-kembali-keberadaan-kita.html' title='MENGINGAT KEMBALI KEBERADAAN KITA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s72-c/uvs050222-006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-3199642736727837703</id><published>2008-09-24T10:12:00.004+07:00</published><updated>2008-10-04T11:12:40.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>KETEMU KANGMAS  PUTRA PAK DE KAMAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SObqepdCvmI/AAAAAAAAAKc/Hn9uZKgr8-A/s1600-h/Chandra.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SObqepdCvmI/AAAAAAAAAKc/Hn9uZKgr8-A/s200/Chandra.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253143827618905698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jam 10.00 wib, aku buka blogku maunya ingin menambah tulisan. Alhamdulillah kotak pesan tertulis pesan baru, yang aku mengira sama sekali kalau beliau putra dari pak De Mohammad Kamal  putro Eyang Guru.&lt;br /&gt;Kakangmas Chandra, yang wajahnya baru saya lihat sekarang  lewat foto.&lt;br /&gt;Matur nuwun kangmas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pak Kamal begitu kami memanggil Pak De, mengingatkan aku 40 tahun yang lalu. Saat itu aku masih SMA. Untuk menambah uang jajan, aku mencoba berternak ayam ras. Saat itu terjadi "pageblug" ayam. Pagi sakit sore mati. Kalau jaman sekarang mungkin dinamakan flu burung  dan akan menggegerkan  Depkes.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SObqJNht_XI/AAAAAAAAAKU/lmTXMCD2zCg/s1600-h/Pak+Kamil+Pak+Kamal+Pak+Tarjo.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 261px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SObqJNht_XI/AAAAAAAAAKU/lmTXMCD2zCg/s200/Pak+Kamil+Pak+Kamal+Pak+Tarjo.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5253143459345071474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Romadhon pak Kamal " rawuh " dari Jogja. Beliau waktu itu "ngasto" sebagai dosen di FKH universitas Gajah Mada. Mengharap bisa memberikan advis solusi menghindar dari wabah penyakit ayam yang ganas aku minta advis kepada beliau.&lt;br /&gt;Dengan entengnya beliau menjawab : " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;belehono kabeh ojo kok sisakne&lt;/span&gt; " maksudnya sebelih saja semua tanpa sisa, kalau perlu kandangnya dibakar. Aku kok terus ingat penanganan flu burung jaman sekarang yang memakai cara itu juga ( Bakar habis ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pak Kamal mestinya usianya sudah hampir 80 tahun. Sudah lebih 25 tahun saya tidak ketemu beliau. Dulu sih waktu mudanya pakKamal termasuk PENDEKAR  ( Pendek Kekar ) tapi ngganteng.&lt;br /&gt;Kapan ya bisa ketemu ? (*)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-3199642736727837703?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/3199642736727837703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=3199642736727837703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3199642736727837703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3199642736727837703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/09/ketemu-kangmas-putra-pak-de-kamal.html' title='KETEMU KANGMAS  PUTRA PAK DE KAMAL'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SObqepdCvmI/AAAAAAAAAKc/Hn9uZKgr8-A/s72-c/Chandra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-637779688174888464</id><published>2008-09-20T10:40:00.003+07:00</published><updated>2008-09-21T11:09:58.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>PERTANYAAN SEORANG GURU</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(64, 127, 0);"&gt;Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 127, 0);"&gt;Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;Pertama...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan&lt;br /&gt;"kerabatnya" ..&lt;br /&gt;Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...&lt;br /&gt;Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..&lt;br /&gt;Sebab kematian adalah PASTI adanya....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(130, 56, 87);"&gt;&lt;span style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;kedua...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia  ini...???"&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan&lt;br /&gt;"bintang-bintang" ...&lt;br /&gt;Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan  adalah&lt;br /&gt;benar...&lt;br /&gt;Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...&lt;br /&gt;Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita&lt;br /&gt;TIDAK bisa kembali ke masa lalu...&lt;br /&gt;Sebab itu kita harus menjaga &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1221731053_0"&gt;hari ini&lt;/span&gt;... dan hari-hari yang akan datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(130, 56, 87);"&gt;&lt;span style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;ketiga...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;"Apa yang paling besar di dunia ini...???"&lt;br /&gt;Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..&lt;br /&gt;Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...&lt;br /&gt;Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...&lt;br /&gt;Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...&lt;br /&gt;Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...&lt;br /&gt;Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu  ini... jangan sampai&lt;br /&gt;nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan &lt;strong style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;keempat&lt;/strong&gt;  adalah...&lt;br /&gt;"Apa yang paling berat di dunia ini...???"&lt;br /&gt;Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...&lt;br /&gt;"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..&lt;br /&gt;tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang &lt;strong style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;kelima&lt;/strong&gt; adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"&lt;br /&gt;Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...&lt;br /&gt;"Semua itu benar...", kata Sang Guru...&lt;br /&gt;tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(130, 56, 87);"&gt;&lt;span style="color: rgb(191, 0, 95);"&gt;keenam&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;adalah...&lt;br /&gt;"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"&lt;br /&gt;Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"&lt;br /&gt;"(hampir) Benar...", kata Sang Guru&lt;br /&gt;tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...&lt;br /&gt;Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati...  dan&lt;br /&gt;melukai perasaan saudaranya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 0, 127); font-weight: bold;"&gt;Sudahkah  kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...? ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 127, 64); font-weight: bold;"&gt;senantiasa belajar dari MASA LALU...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(137, 138, 73); font-weight: bold;"&gt;dan tidak memperturutkan NAFSU...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 64, 127); font-weight: bold;"&gt;Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 0, 63); font-weight: bold;"&gt;dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....?? ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(170, 77, 78); font-weight: bold;"&gt;serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...??? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-637779688174888464?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/637779688174888464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=637779688174888464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/637779688174888464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/637779688174888464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/09/pertanyaan-seorang.html' title='PERTANYAAN SEORANG GURU'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1636906094927078603</id><published>2008-09-16T15:21:00.012+07:00</published><updated>2008-10-03T17:52:13.226+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Lahir'/><title type='text'>PAK PRIYATMOKO PUNYA CUCU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SOXq6BouJNI/AAAAAAAAAJs/lCrudK7fAus/s1600-h/scene3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 189px; height: 236px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SOXq6BouJNI/AAAAAAAAAJs/lCrudK7fAus/s320/scene3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252862822990095570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamis tanggal 4 September 2008 saya  ditelepon oleh adinda Afifah Priyatmoko.Kalau Aan merasa akan melahirkan. "cepet dik dibawa ke RSB ", jawab istri saya . " Bu De saget ngancani aku", dengan sangat menyesal kami tidak dapat menemani keluarga Priyatmoko, karena kami akan ke Jember dan tiket sudah terbeli.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam 16.00 kami  berangkat ke Jember. Dalam hati ada penyesalan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kenapa ka&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mi tidak dapat ikut menemani mereka dalam keadaan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; perlu dukungan. Kami suruh Pipit dan Arif ke RSB Pura Raharjo &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menengok Aan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nampaknya kandungan Aan ada masalah sehingga harus dilakukan oprasi cesar. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ditangani oleh dr. Dian Agami Islam, SPog. lahirlah bayi perempuan mungil melengkapi keluarga besar kita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SOX4OEvi59I/AAAAAAAAAKM/Oe9XEpO23l4/s1600-h/Opa+en+oma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 253px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SOX4OEvi59I/AAAAAAAAAKM/Oe9XEpO23l4/s320/Opa+en+oma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252877461072570322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada : 5 September 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam : 19.30 wib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berat badan : 3,5 kg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Panjang : 50 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelihatan sangat bahagia&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; a&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yahandanya A&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rif Khorul Anam maupun ibunya Rahma Prifianti Azizah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alun begitu mereka memanggil anak kesayangannya kependekan dari ALUNA KHAIRANI NUR ADZKIA,  " &lt;span style="font-style: italic;"&gt;embuh mas artinya opo " ? &lt;/span&gt;jawab dinda Afif waktu saya telepon siapa namanya. Konon  artinya, "Cahaya Keindahan/ kebaikan di bulan yang suci".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti laiknya cucu pertama keluarga Priyatmoko sangat bahagia menerima cucu pertamanya ini. Setiap  keluar senyuman dari mulut mungil Aluna selalu difoto pakai HP nya. Aluna merupakan cucu pertama dar&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;i k&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;eluarga Aan maupun keluarga besar Arif. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terus cicit ke berapa ya untuk keluarga besar Poernomo ?. Siapa tahu ? Kirim kabar. OK ? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selamat untuk keluarga besar Priyatmoko semoga Alloh menjadikan anak yang sholehah. Amin (*) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1636906094927078603?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1636906094927078603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1636906094927078603' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1636906094927078603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1636906094927078603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/09/pak-priyatmoko-punya-cucu.html' title='PAK PRIYATMOKO PUNYA CUCU'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SOXq6BouJNI/AAAAAAAAAJs/lCrudK7fAus/s72-c/scene3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5329949535402432738</id><published>2008-08-20T10:19:00.002+07:00</published><updated>2008-09-21T11:15:28.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Lahir'/><title type='text'>CUCU KAMI KE 3 LAHIR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Rabu jam 00.05 Hp ku berbunyi, suaranya tertawa Neo cucuku menandakan bahwa panggilan itu dari Oryza anakku. Ibunya yang menerima panggilan itu. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; nada panik dan kekhawatiran dari seberang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; anaku Ryza ( di Jember ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“ Ibu Henny mengeluarkan cairan Bu. Ini kenapa bu ? “ tanya Ryza&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Cepat bawa ke RS Riz, itu tanda-tanda mau melahirkan “, tukas ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Tenang Riz itu tanda-tanda biasa untuk proses kalahiran ”, ibunya menenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Doa kami di Surabaya mengiringi proses kelahiran Henny.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jam 6.00 saya telepon ke Jember menanyakan perihal perkembangan Henny.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Ini sudah bukaan 6 Pak ”, jawab Ryza. ” O itu agak siang Riz lahirnya tambah ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jam 8.45&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suara renyah tawa Neo terdengar lagi dai HP ku tanda ada panggilan dari anakku. Saya lihat memang dari Oryza.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya angkat telepon itu : ” Hallo, assalamu’alaikum Pak, alhamdulillah pak Henny sudah melahirkan Pak ”, nada gembira dan isyarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rasa bahagia di suara itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari tu hai Rabu tanggal 20 Agustus 2008, jam 7.55 wib. atau tanggal 18 Sya'ban 1429 H&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rasa tersekat dalam dadaku. Sukur yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tak terhingga . Alhamdulillah..........alhamdulillah, alhamdulillahirobbila’alamin ya Alloh. Rasanya aku sudah tidak sanggup lagi meneruskan kata-kata, HP saya berikan keadaan ibunya. Tak terasa bulir-bulir air mata tua ini keluar dari mataku. Air mata syukur, teriring ucapan doa harapan Ya Alloh jadikanlah cucuku ini cucu yang sholeh, sebagai hambamu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan selalu jadi pembela Islam penerus ajaran Nabimu Muhammad saw. Dan menjadi penghibur bagi kedua orang tuanya. Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dering telepon rumah berdering saya angkat :’ Selamat Pak De ya , nampi wayah maneh alhamdulillah melu seneng aku. Mugomugo Aan lancar ugo kaya Henny ”. Itu ucapan selamat pertama yang saya terima dari Dinda Avivah Priyatmoko.(*) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5329949535402432738?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5329949535402432738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5329949535402432738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5329949535402432738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5329949535402432738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/cucu-kami-ke-3-lahir.html' title='CUCU KAMI KE 3 LAHIR'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-6290152325202067845</id><published>2008-08-18T08:43:00.008+07:00</published><updated>2008-09-21T11:17:25.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>HATI YANG TERLUKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;TITIPAN PESAN  KEPRIHATINAN SANG PAHLAWAN PEJUANG KEMERDEKAAN&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad Budi Handaru Purnomo Putro, Arek Suroboyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini orang-orang menyebut kami, laskar tak berguna ..........&lt;br /&gt;Sebab tlah tua renta memang, didera usia yang tlah senja.&lt;br /&gt;Tapi manakala terdengar kembali pekik&lt;br /&gt;Merdeka.........., merdeka................, merdeka.....................&lt;br /&gt;Serta berkumandangnya alunan Indonesia Raya  disertai kibaran Merah Putih Sang Saka.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Maka darah jiwa mudaku bergelora kembali&lt;br /&gt;Teringat, menerawang jauh akan kisah-kisah di masa revolusi yang tlah kualami&lt;br /&gt;Sang patriot pejuang dengan semboyan ” Merdeka atau Mati&lt;br /&gt;Bersatu padu tuk satu tujuasn demi berdiri dan tegaknya ibu pertiwi&lt;br /&gt;Yang tak terasa sudah 63 tahun kini, kita peringati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan sudah bisa hidup di alam merdeka&lt;br /&gt;Tapi para pejuang didera ” Rasa Heran serta Tanda Tanya ”&lt;br /&gt;Dengan diikuti kecewa&lt;br /&gt;Hendak dibawa kemana Republik Indonesiaku tercinta ini ?&lt;br /&gt;Yang ternyata tuk rebutan orang-orang sok pengin kuasa semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan anak bangsa penerus cita-cita&lt;br /&gt;Tak menghayati makna arti proklamasi&lt;br /&gt;Yang seharusnya diisi dengan hati nurani&lt;br /&gt;Meskipun kini sudah didengung-dengungkan istilah reformasi, yang disertai dengan banyak aksi-aksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat memprihatinkan dan melukai perasaan sang pejuang&lt;br /&gt;Sudah sekian lama merdeka, tapi keadaan masih tak enak dipanang dan disandang&lt;br /&gt;Bagimana tidak, antar sesama saling tendang&lt;br /&gt;Saling sikut hasut untuk mencari menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semrawut-semrawut&lt;br /&gt;Semuanya kepinginnya berebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terlibat, katanya demi rakyat&lt;br /&gt;Namun rakyat hanya diperalat demi keinginan untuk bisa menjabat&lt;br /&gt;Meskipun hanya sesaat&lt;br /&gt;Apa mereka tidak takut kualat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Saka Merah Putih yang dielu-elukan  sang pejuang , kini terklihat semakin kotor&lt;br /&gt;Oleh noda ulah serakah sang koruptor&lt;br /&gt;Yang tak pernah sadar, tak pernah belajar&lt;br /&gt;Malahan semakin tambah kurang ajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebalkan, menjengkelkan, rasanya tak sabar dan gregetan hati ini&lt;br /&gt;Tapi hendak dikata apa? Memang telah dan banyak terjadi&lt;br /&gt;Yang kini harus sama-sama kita hadapi, demi generasi nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita tak bisa pandai-pandai ?&lt;br /&gt;Sebab, sana-sini maunya bertikai&lt;br /&gt;Beda prinsip sedikit maunya berkelahi&lt;br /&gt;Sepertinya sulit adanya cara damai&lt;br /&gt;Apakah ini akibat orang semakin banyak ingin bikin partai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah,................. timbul masalah lagi&lt;br /&gt;Entah siapa yang salah dalam hal ini&lt;br /&gt;Yang jelas tidak ada yang mau mengakui&lt;br /&gt;Malahan saling caci maki, tepuk dada diri sendiri, dari wong cilik hingga lembaga tertinggi&lt;br /&gt;Itu semua yang sempat kusaksikan diberita-berita kaca televisi&lt;br /&gt;Yang dipenuhi kata janji-janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin, kita tlah renggang dengan ilahi&lt;br /&gt;Sebab adanya kemunafikan, kesombongan demo kepentongan pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Tuhan mengampuni&lt;br /&gt;Serta dikaruniai ” Nugroho Pranoto Lestari ”, Asri ”&lt;br /&gt;Aman, sejahtera, rukun, indah bagi mubi pertiwi tercinta ini&lt;br /&gt;Amin, amin, amin, yaaaa Robbi..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ojo sawenang-wenang yen lagi menang, menlestari menang ”&lt;br /&gt;” Lan sing biso ngalah yen lagi lagi kalah, men ora lestari kalah ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat sakit selagi dikaruniai sehat&lt;br /&gt;Ingat  miskin selagi kaya&lt;br /&gt;Ingat yang lemah selagi kuat&lt;br /&gt;Ingat kalu jadi bawahan, selagi ada kesempatan menjadi atasan&lt;br /&gt;Ingat jadi rakyat selagi menjabat dan&lt;br /&gt;Ingat kalau jadinya di ”dor” seandainya jadi koruptor&lt;br /&gt;Ah ..........jangan. Jangan, tidak mungkin itu terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, selalu-sealu ingat dan bersyukurlah kepada Yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Asri, Villa Inti Persada C satu dua puluh tujuh&lt;br /&gt;Detik-detik sebelum jam sepuluh, Tujuh Belas Agustus Dua ribu Tujuh&lt;br /&gt;Ahmad Budi Handaru Purnomo Putro (*)    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-6290152325202067845?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/6290152325202067845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=6290152325202067845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6290152325202067845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6290152325202067845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/hati-yang-terluka.html' title='HATI YANG TERLUKA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5448181017002174983</id><published>2008-08-17T11:26:00.001+07:00</published><updated>2008-08-17T11:26:03.131+07:00</updated><title type='text'>Dokumentasi Antok Pinandoro</title><content type='html'>&lt;div style="width:320px; text-align: center;"&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" src="http://w281.photobucket.com/pbwidget.swf?pbwurl=http://w281.photobucket.com/albums/kk203/arif_budi/Pinandoro/4978f2ac.pbw" height="240" width="320"&gt;&lt;a href="http://i281.photobucket.com/redirect/album?action=slideshow&amp;landing=/slideshows&amp;type=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://pic.photobucket.com/slideshows/btn.gif" style="float:left;border-width: 0;" &gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5448181017002174983?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5448181017002174983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5448181017002174983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5448181017002174983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5448181017002174983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/dokumentasi-antok-pinandoro.html' title='Dokumentasi Antok Pinandoro'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-773210842509849501</id><published>2008-08-15T15:00:00.004+07:00</published><updated>2008-08-17T10:14:58.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>PAMANDA  DR. MOH SASONGKO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SKU9p1QQdWI/AAAAAAAAAFE/FpoWYhCa_wA/s1600-h/P+SASASONGKO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SKU9p1QQdWI/AAAAAAAAAFE/FpoWYhCa_wA/s400/P+SASASONGKO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234657930767267170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari lima bersaudara dari ibunda kami : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1.Siti Karlinah ibunda kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Murdadyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Murbagio, tinggal di Banjarsari Wetan, Dagangan ,Madiun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Mohammad Sasongko, Tinggal di Perumahan Bukit Permai, Dau - Malang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. Mursidi, tinggal di Medan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tinggal no 3 sd. No 5 yang masih hidup. Sewaktu kami keluarga Besar Poernomo menghadiri pernikahan Ananda Ato’ bin AB Pinandoro di Malang, kami sempatkan untuk sowan ke Pamanda Moh.Sasongo di Dau. Rasa haru melingkupi jiwa kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sowan saat itu. Betapa tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pak Sas sudah ” tidak bisa ” melihat lagi dengan jelas, karena katarak yang mendera penglihatan beliau tahun-tahun terakhir ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Betapa terharunya kami, kerinduan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sekian puluh tahun terpendam seakan tertumpahkan saat itu. Kami menangis,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membayangkan betapa berat beban beliau. Di saat-saat beliau membutuhkan pendamping beliau harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggal ”sendiri” dalam temaramnya dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagai seorang dokter ,terlontar keinginan beliau untuk pulang ke Banjarsari merawat kakandanya Murbagio. Tetapi keinginan itu dipupus sendiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukankah beliau sendiri kesulitan beraktifitas, karena selain didera penyakit katarak belaiu juga kesulitan gerak karena vertigo dan sakit di tulang belakang, sehingga harus menjalani perawatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rutin di RSU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pernah terlontar keinginan beliau untuk melakukan oprasi katarak dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;metoda baru. Namun karena biaya itu sangat mahal ( delapan juta rupiah )&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nampaknya beliau menunda dulu keinginan itu. Aku sudah konfirmasi ke RS Mata Undaan. Malah beliau sudah mengutarakan keinginan tinggal di tempatku selama pengobatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalau saja aku punya rejeki untuk mengobatkan kataraknya. Ingin rasanya aku meringankan penderitaan pamanku ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu hal yang bisa kami jadikan tauladan dari pamanku ini adalah Kejujurannya, kesederhanaannya. Meskipun beliau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat itu menjabat sebagai Kakanwil Kesehatan TIM TIM dan Kaltim, dan terakhir dosen Wida Iswara tidak seorangpun dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keponakannya ”dipaksa’ masuk jadi PNS meski peluang untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan KKN sangatlah besar. Alhamdulillah, beliau terselamatkan dari perbuatan itu, meski akhir sisa umurnya kekurangan harta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mudah-mudahan jadi bekal saat beliau menghadap kepada sang Khaliq, sehingga menjadi khusnul khotimah. Amin (*)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-773210842509849501?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/773210842509849501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=773210842509849501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/773210842509849501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/773210842509849501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/pamanda-dr-moh-sasongko.html' title='PAMANDA  DR. MOH SASONGKO'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JItClROunxw/SKU9p1QQdWI/AAAAAAAAAFE/FpoWYhCa_wA/s72-c/P+SASASONGKO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-919519775519925437</id><published>2008-08-13T08:48:00.004+07:00</published><updated>2008-08-13T09:22:24.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sebuah renungan dari Majalah Nurul Hayat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, Kyai atau siapa saja yang bisa menjawab tiga pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang Kyai.&lt;br /&gt;Pemuda : Andasiapa dan apakah anda yakin bisa menjawab pertanyaa-pertanyaan saya ?&lt;br /&gt;Kyai : saya hamba Alloh dan dengan izin Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.&lt;br /&gt;Pemuda: Profesor dan banyak lagi orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.Anda masih yakin bisa menjawab pertanyaan saya?.&lt;br /&gt;Kyai: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.&lt;br /&gt;Pemuda : Saya 3 pertanyaan :&lt;br /&gt;1. Kalau memang Tuhan itu ada, bisakah anda tunjukan wujud Tuhan kepada saya ?!&lt;br /&gt;2. Apakah yang dinamakan takdir ?&lt;br /&gt;3. Kalau syetan itu dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan  buat syetan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu ??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.&lt;br /&gt;Pemuda : ( sambil menahan skit ) Kenapa anda marah kepada saya ?!&lt;br /&gt;Kyai: Saya tidak marah.... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.&lt;br /&gt;Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.&lt;br /&gt;Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?&lt;br /&gt;Pemuda : Tentu saya sakit !&lt;br /&gt;Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada ?&lt;br /&gt;Pemuda : Tentu!&lt;br /&gt;Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu ?!&lt;br /&gt;Pemuda : Saya tidak bisa&lt;br /&gt;Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama.... kita semua merasakan kehadiran Tuhan tanpa mampu melihat wujud Nya.&lt;br /&gt;Kyai : Apakah tadi malam apakah anda bermimpi (*punya firasat ) akan ditampar oleh saya ?&lt;br /&gt;Pemuda : Tidak!&lt;br /&gt;Kyai : Apak pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari imi ?&lt;br /&gt;Pemuda : Tidak!&lt;br /&gt;Kyai : Itulah jawaban pertanyaan anda yang kedua.&lt;br /&gt;Kyai : Lalu terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?&lt;br /&gt;Pemuda : Kulit!&lt;br /&gt;Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ?&lt;br /&gt;Pemuda : Kulit!&lt;br /&gt;Kyai: Bagaimana rasanya tamparan saya ?&lt;br /&gt;Pemuda : Sakit!&lt;br /&gt;Kyai: Walaupun syetan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka  akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syetan. (*)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-919519775519925437?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/919519775519925437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=919519775519925437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/919519775519925437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/919519775519925437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/1-tamparan-untuk-3-pertanyaan.html' title='1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-502202875304870280</id><published>2008-08-07T11:21:00.008+07:00</published><updated>2008-08-17T11:21:38.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Rahmad Kuspinuji Budiantoro ( Antok ) Menikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s281.photobucket.com/albums/kk203/arif_budi/Pinandoro/?action=view&amp;current=4978f2ac.pbw"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://s281.photobucket.com/albums/kk203/arif_budi/Pinandoro/?action=view&amp;current=4978f2ac.pbw" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah Pada Hari :&lt;br /&gt;Ahad : 3 Agustus 2008&lt;br /&gt;Jam : 7.00 wib&lt;br /&gt;Tempat : Gedung Unggul , Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dilangsungkan pernikahan antara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Rahmad Kuspinuji Budiantoro,ST bin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ahmad Budi Pinandoro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Anggria Widya Sagita, S.Psi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;binti Ir.H.Djodi Widjonarko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara ini ibunda Siti Chanah Poernomo, keluarga besar Poernomo dan familii, kerabat Banjarsari. Keluaga besar dari Mojosari, Pasuruan, Dolopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Keluaga Besar Poernomo mengucapkan SELAMAT ATAS PERNIKAHAN NANDA BERDUA SEMOGA ALLOH SELALU MELIMPAHKAN RAHMAD NYA. DAN MENJADIKAN KELUARGA NANDA KELUARGA YANG SAKINAH MAWADDAH WARROHMAH. AMIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-502202875304870280?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://s281.photobucket.com/albums/kk203/arif_budi/Pinandoro/?action=view&amp;current=4978f2ac.pbw' title='Rahmad Kuspinuji Budiantoro ( Antok ) Menikah'/><link rel='enclosure' type='' href='http://s281.photobucket.com/albums/kk203/arif_budi/Pinandoro/?action=view&amp;current=4978f2ac.pbw' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/502202875304870280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=502202875304870280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/502202875304870280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/502202875304870280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/08/rahmad-kuspinuji-budiantoro-antok.html' title='Rahmad Kuspinuji Budiantoro ( Antok ) Menikah'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1268086008751644539</id><published>2008-07-23T16:14:00.002+07:00</published><updated>2008-07-23T16:27:52.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>KIKI pindah rumah</title><content type='html'>Sajak keguguran kandungannya yang ke 2 , Kiki nampaknya trauma, maka pada kehamilan kali ini dia mengambil keputusan mengontrak rumah mendekati Rumah Sakit Hasanah Mojokerto tempat dia bekerja. Ahad tanggal  20 Juli 2008 dia  pindah ke Perumahan Pondok Teratai.&lt;br /&gt;Rumahnya kecil, tapi lumayanlah untuk keluarga kecil seperti dia.&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke Mojokerto, ibunya membelikan dulu perlengkapan rumah tangga, dari sendok, gelas, piring, sampai kompor gas dll. Ibunya masih di Mojokerto , menemani dan ikut membenahi tempat tinggal baru.&lt;br /&gt;Hari-hari pertama Rara menangis ingin pulang. Tapi sehari kemudian sudah tidak lagi rewel minta pulang lagi. Dia suah punya kenalan tetangga sebelah.&lt;br /&gt;Tapi aku harus pulang ke Surabaya kemarin, dia menangis ingin ikut. Nggak sampai hati sebenarnya tapi bagaimana lagi aku harus pulang karena punya janji dengan Ketua RW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mencoblos sendiri.Arif dan Pipit memilih tidak mencoblos karena dia harus berangkat pagi-pagi ke kampus ngurus KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1268086008751644539?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1268086008751644539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1268086008751644539' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1268086008751644539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1268086008751644539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/07/kiki-pindah-rumah.html' title='KIKI pindah rumah'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-8317037204799215612</id><published>2008-07-14T14:12:00.004+07:00</published><updated>2008-07-14T14:53:40.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>PEMBANTU ISTIQOMAH ITU TELAH TIADA</title><content type='html'>&lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="5802382007014515123"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:georgia;" &gt;(Sebuah catatan kenangan dari anakku Oryza AW)&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tukiyat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah aku bercerita soal Tukiyat kepadamu? Baiklah, mari aku ceritakan tentang Tukiyat. Aku biasa memanggilnya Pak Yat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukiyat meninggal dunia sekitar dua pekan silam. Aku tidak tahu persis berapa umurnya. Aku perkirakan usianya kurang lebih 45 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Tukiyat bersepeda motor menuruni jalanan yang tajam. Remnya blong. Ia panik, dan bersama sepeda motornya masuk ke sungai yang berisi air dangkal. Ia menghantam bebatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Yat dilarikan ke rumah sakit. Ia sempat bertahan sehari. Bapak dan Ibuku sempat mengunjunginya. Separuh tubuhnya lumpuh. Namun ia masih bisa bertanya tentang diriku: "Bagaimana kabar Mas Ryza sekarang, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu keesokan harinya, Ibu dan Bapak mendengar Pak Yat sudah meninggal. Ada yang sedih. Bapak merasa sayang tidak bisa mengantarkan jenasahnya hingga ke Trenggalek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan dengan kesedihan itu Pak Yat dikenang. Aku tidak mau bercerita bagaimana ia mati. Aku akan ceritakan bagaimana Pak Yat hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak dan Ibu mengenal Pak Yat saat dia masih berusia dua puluhan awal. Dia adalah kuli bangunan yang ikut membangun apotek milik Ibu dan Bapak di jalan Kampung Malang, Surabaya. Ghozi Zien, rekanan kerja Ibu, yang memperkenalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pembangunan itu selesai, Bapak mempekerjakan Pak Yat sebagai pegawai di apotek Rifatien. Nama apotek ini mengambil nama Ibuku, Siti Noer Rifatien. Bapak menyukai Pak Yat. "Dia &lt;i&gt;utun&lt;/i&gt; (istikomah, konsisten, apapun kau boleh sebut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Yat hanya jebolan kelas dua sekolah dasar. Bapak mengajarinya menulis dan membaca kembali dengan baik. Bapak juga mengajarinya cara bekerja yang efisien. Dan Pak yat adalah pekerja keras yang tekun dan mau belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, Bapak mengajarinya cara memotong kertas untuk bungkus puyer (obat racik). Pak Yat memotongi satu demi satu puluhan kertas itu menjadi ukuran yang lebih kecil. Bapak mengambil setumpuk kertas itu dan memotongnya bersamaan dalam satu tarikan pisau potong. Kertas sudah terpotong banyak dalam ukuran lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tidak bercerita persis bagaimana ekspresi Pak Yat saat itu. Namun, Pak Yat cepat belajar untuk menjadi efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengingat Pak Yat karena dua hal: bantal dan sepeda pancal. Aku masih duduk di bangku sekolah dasar saat mengenal dia. Pak Yat selalu tidur di salah satu ruang praktik seorang dokter. Ruang praktik dokter ini satu atap dengan apotek kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantal Pak Yat berwarna putih. Aku pernah coba tidur di sana. Baunya apak. Mungkin terkena keringatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda pancal. Setahuku, selama bekerja di apotek, Pak Yat tidak pernah naik sepeda motor. Ia mengantarkan obat pesanan pasien ke manapun dengan bersepeda pancal. Sepeda pancal, sepeda mini warna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak bilang, Pak Yat pernah disuruh berlatih naik sepeda motor oleh Bapak. Mulanya ia menolak. Tapi akhirnya ia mau juga, berlatih dengan sepeda motor Yamaha warna merah milik keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Pak Yat mengalami celaka dengan sepeda motor itu. Mungkin karena tangannya tak biasa. Sepeda itu rusak, dan ia meminjam sejumlah uang kepada Mbak Meta, staf Ibu di apotek. Uang itu untuk memperbaiki sepeda kami, dan digantinya dengan potong gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapakku tahu. Ia memanggil Pak Yat, dan melarangnya mengganti biaya perbaikan. Bapak mengibaratkan kerusakan itu sebagai biaya sekolah. "Asalkan biayanya tidak mahal, yaitu nyawamu, tidak masalah," kata Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang aku sukai dari Bapak. Bapak selalu menganggap kerusakan yang diperbuat karena proses belajar adalah biaya sekolah. Sekolah kehidupan. Suatu saat, adikku, Arif, pernah menabrakkan mobil kami ke bagian belakang mobil box. Mobil box itu tak rusak secuil pun. Lampu depan mobil kami hancur. Arif memang baru belajar menyetir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif pulang dengan menangis. Ia takut dimarahi. Bapak mengira Arif menabrak pejalan kaki. Bapak baru lega setelah tahu Arif hanya merusakkan lampu sorot mobil. Itu biaya belajar, kata Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku tumbuh dewasa. Apotek kami tergadaikan, karena kelicikan kawan Ibuku. Aku berpisah dengan Pak Yat. Kami baru bertemu belasan tahun kemudian, saat aku merayakan pesta pernikahan, Juni 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Yat lebih gemuk. Ia tersenyum saat menyalamiku. Sebelum pulang, ia memberi tiga adikku, Kiki, Arif, dan Pipit, uang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak usah repot-repot Pak Yat," kata Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Mboten napa-napa&lt;/i&gt;, Bu," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005, Pak Yat datang pada pesta pernikahan Kiki. Ia kembali memberikan uang, dan kali ini hanya untuk Arif dan Pipit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan bahkan puluhan tahun berlalu. Pak Yat masih bekerja di apotek yang sama. Ia tak pernah berpindah pekerjaan. Bapak benar. Ia orang yang istikomah dan ajeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Pak Yat meninggal. Ia punya dua anak, dan menjadi gantungan hidup keluarga besarnya. Aku tidak tahu bagaimana perasaan keluarga Tukiyat. Sedih? Hancur? Putus asa? Andaipun aku tahu, aku tak akan bercerita kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih suka bercerita bagaimana dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah aku bercerita kepadamu tentang Tukiyat? Ia akan selalu dikenang. Selalu. (*) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; Labels: &lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Esai" rel="tag"&gt;Esai&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Sosok" rel="tag"&gt;Sosok&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;a href="http://manifesto-padi.blogspot.com/search/label/Sosok" rel="tag"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-8317037204799215612?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/8317037204799215612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=8317037204799215612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/8317037204799215612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/8317037204799215612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/07/pembantu-istiqomah-itu-telah-tiada.html' title='PEMBANTU ISTIQOMAH ITU TELAH TIADA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1843356149229830632</id><published>2008-05-11T18:33:00.001+07:00</published><updated>2008-05-11T18:53:09.132+07:00</updated><title type='text'>KISAH PARA EYANG KITA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kisah ini dirangkum dari bahan cerita yang dikumpulkan oleh Nyi Mumpuni Bagus Sulaemanhadi berdasarkan informasi, cerita-cerita yang dituturkan oleh eyang-eyang atau para pinisepuh kita saat beliau masih sugeng. Oleh Ki Bambang Trihariono pada Bagian III kisah ini ditambah/dimuat sebuah cuplikan cerita sejarah jaman Sultan Agung, karya Denys Lombard, yang meyebut nama Mangunarso. Judul buku tersebut adalah Nusa Jawa: Silang Budaya.&lt;br /&gt;Tentu timbul pertanyaan, sejauh mana kebenaran kisah tersebut. Sementara pendam saja pertanyaan itu, lanjutkan membaca, dan nikmati kisahnya sampai selesai. (RKM) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;BAGIAN I&lt;br /&gt;EYANG MANGUNARSO DAN BALE GRIYO BALEREJO&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Episode I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyang Abdullatif, ayah Eyang Mangunarso, menjabat penghulu di Magetan. Saat itu Magetan merupakan daerah mancanegara brang wetan dari &lt;?xml:namespace prefix = st1 ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Eyang Mangunarso tidak ikut ayahnya di Magetan melainkan ikut eyangnya, Baelawi di Giripurna, mulai kecil sampai pindah ke Balerejo.&lt;br /&gt;Sebagai keturunan generasi pertama dan kedua dari kyai bin Umar, yaitu yang babad Banjarsari yang kemudian dijadikan tanah perdikan oleh Susuhunan Surakarta, maka hubungan Eyang Baelawi dan Eyang Abdullatif dengan kraton Surakarta menjadi erat. Bahkan tatkala Perjanjian Gianti mengatur perpindahan penguasaan atas Giripurna dari &lt;st1:city st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:city&gt; ke &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt; dan dijadikan perdikan oleh Sultan Hamengku Buwono II, hubungan ini masih dipelihara. Maka tatkala Susuhunan VI menghadapi problem tentang islam, dia memanggil Eyang Baelawi. Karena berhalangan maka Eyang Mangunarso ditunjuk mewakilinya. Susuhunan begitu terkesan oleh makalah Eyang Mangunarso sehingga Susuhunan berniat untuk memberi hadiah kepada Eyang Mangunarso, berupa seorang puteri raja, yaitu puteri bungsu Susuhunan V yang bernama Bening Sundari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Susuhunan V wafat, garwo paminggirnya, yaitu puteri Bupati Somarata, masih sangat muda usia. Dia didesak oleh Susuhunan VI untuk segera kawin lagi. Walaupun dengan rasa jengkel, akhirnya garwo paminggir ini mau dan memilih Kyai Tapsir Anom, Penghulu Kraton sebagai suaminya[1]) Penghulu ini sudah tua, beristeri dan beranak, bahkan mungkin sudah bercucu .&lt;br /&gt;Layaknya pada triman puteri dari kraton, Kyai Tapsir Anom tidak boleh menolak. Isterinya yang pertama lalu menyandang status garwo paminggir, sedangkan puteri triman tadi menyandang status isteri utama. Akan tetapi anak perempuannya hasil perkawinannya dengan Susuhunan V, layaknya seorang puteri kraton, tetap tinggal di dalam kraton. Namanya, menurut cerita eyang-eyang adalah Bening Sundari. Sedangkan menurut wartawan Djudjuk dan Juyoto dalam Harian Kedaulatan Rakyat adalah Latifah Gambir Anom. Pada Episode III Bening Sundari ini akan dikisahkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah Eyang Mangunarso kita. Beliau menolak diberi hadiah puteri, dengan alasan karena beliau orang desa, golongan rakyat kecil, bagaimana mungkin bisa mengku paringan puteri raja. Penolakan ini merupakan hal yang luar biasa. Pada waktu itu seseorang yang diberi puteri triman (hadiah puteri) oleh raja tidak boleh menolak.&lt;br /&gt;Mengetahui bahwa (1) alasan Eyang Mangunarso tersebut hanyalah akal-akalan, (2) Eyang mangunarso adalah keturunan dari Giripurna dan putera seorang Penghulu, maka langkah Susuhunan VI adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Bening Sundari dikeluarkan dari keraton untuk ikut ibunya (yang telah menjadi isteri Kyai Tapsir Anom);&lt;br /&gt;- Sebagai anak kwalon (tiri), maka Bening Sundari disisipkan dalam formasi sederetan anak-anak Kyai Tapsir Anom.&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi Eyang Mangunarso untuk menolak triman tersebut, dan kawinlah beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai menantu Susuhunan yang cukup terpandang (karena kepribadian dan kearifannya) maka Eyang Mangunarso mendapat pangkat, rumah, dan lungguh (jabatan) di Solo. Namun semua ini ditolak dan beliau memutuskan untuk memilih tinggal di Balerejo. Untuk melunakkan penolakannya Eyang Mangunarso lalu mengatakan: "semoga pangkat dan lungguh itu kelak bisa disandang oleh cucu-cucunya" .&lt;br /&gt;Sikap menolak ini dipegang secara konsekuen oleh Eyang Mangunarso. Tatkala beliau membangun Bale Griyo Balerejo, Kraton Surakarta mengirim:&lt;br /&gt;- tukang-tukang;&lt;br /&gt;- 8 saka guru;&lt;br /&gt;- busana raja;&lt;br /&gt;- pusaka raja.&lt;br /&gt;Busana dan pusaka dikembalikan. Sedangkan 8 saka guru karena sudah terlanjur sampai dan terlalu berat untuk dikembalikan, diteruskan ke Madiun yang konon adalah yang saat ini berjajar di pendopo Kabupaten Madiun. Yang diterima adalah tukang-tukangnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Bale Griyo Balerejo.&lt;br /&gt;Pasangan pengantin Mangunarso ketika ditengok utusan dari Kraton Surakarta ketahuan bahwa Eyang Putri Bening Sundari untuk keperluan sehari-hari mencari air ke belik dan juga ke kali, jauh berbeda dengan kehidupannya ketika di Kraton, maka Susuhunan VI memanggil Eyang Mangunarso untuk pulang ke Solo saja, karena di Solo beliau punya rumah dan kedudukan. Panggilan itu tidak dipenuhi, namun beliau berjanji akan membuatkan isterinya sebuah kadipaten, dan dibangunlah Bale Griyo Balerejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN II&lt;br /&gt;EYANG BAELAWI DAN PRAWIRODIRJO III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyang Baelawi, putra ke tiga Kyai Bin Umar, Perdikan Banjarsari, meninggalkan Banjarsari untuk menetap di Giripurno, tidak diketahui motivasinya. Mungkin biasa, anak laki-laki dewasa meninggalkan orang tuanya untuk mencari pengalaman dan mandiri. Atau ada pertimbangan spiritual, misalnya kismo-edi (good earth), begitulah kira-kira dalam terminologi moderen.&lt;br /&gt;Sesuai dengan iklim rokhani waktu itu, Eyang Baelawi di Giripurno mendirikan pondok pesantren. Rupa-rupanya beliau orang yang arif dan bijaksana yang didatangi orang karena kearifannya. Salah seorang yang meguru (berguru) kepada beliau adalah kanjeng Ratu Maduretno, putri Hamengku Buwono II, yang adalah juga isteri Ronggo Prawirodijo III. Tidak menutup kemungkinan yang terakhir ini adalah murid beliau juga.&lt;br /&gt;Setelah Maduretno memutuskan hubungan dengan ayahnya, Hamengku Buwono II, maka beliau memilih dimakamkan di Gunung Bancak, Giripurno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prawirodirjo III adalah Wedono Bupati Brang Wetan daripada &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. Beliau adalah senopati perang Hamengku Buwono II, buyut dari Kyai Ageng Drepoyudo, yaitu senopati Hamengku Buwono I tatkala yang terakhir ini memisahkan diri dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Beliau adalah cucu dari Prawirodirjo I, yang mengamankan daerah-daerah baru dari Yogyakarta untuk Hamengku Buwono I. Setiap kali berhasil menundukkan suatu daerah, beliau selalu diangkat menjadi Bupati di daerah tersebut hingga pada akhirnya beliau diangkat menjadi Wedono Bupati Madiun, membawahkan bupati-bupati lainnya. Prawirodirjo II dan Prawirodirjo III mewaris jabatan Prawirodirjo I. Tidak diperoleh cerita tentang Prawirodirjo II, kecuali bahwa cucu perempuannya kawin dengan Kyai Perdikan Banjarsari Wetan I, dan buyutnya adalah Eyang Putri Mangunprawiro, ibu mbah Mangundiharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prawiridirjo III adalah tokoh yang militan. Beliau adalah sangat anti Belanda. Dalam hal ini beliau cocok dengan Hamengku Buwono II yang juga anti Belanda. Namun Surakarta saat itu bekerjasama dengan Belanda. Setelah perjanjian Gianti daerah timur &lt;st1:city st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:city&gt; "pating dlemok", ada yang masuk &lt;st1:city st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:city&gt; ada yang masuk &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;Dalam daerah-daerah Belanda ini policy Prawirodirjo III ini adalah gerilya dan bumi hangus. Beliau mempunyai pengikut yang bisa digerakkan untuk mengacaukan keadaan di daerah Kasunanan ketika beliau melintas dari Yogya ke Madiun, misalnya dengan menggerakkan para "blandong", yaitu penebang kayu di hutan yang dikuasai Belanda, untuk melakukan tebang liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemampuannya di bidang politik, Hamengku Buwono II sering membutuhkan kehadiran Prawirodirjo III di Yogyakarta. Mungkin karena perannya yang cukup menonjol itulah maka beliau masuk ke dalam cakupan fitnah Danurejo yang pro Belanda. Ketika Belanda menghendaki Prawirodirjo III hidup atau mati, maka Danurejo menyusun siasat untuk menangkapnya. Prawirodirjo memang tertangkap di daerah Kartosuro, dan kemudian dihukum mati oleh Hamengku Buwono II, jadi oleh mertuanya sendiri, dan dikebumikan di Imogiri. Itulah sebabnya Maduretno, isterinya, tidak mau kembali ke Yogya dan mengembalikan busana raja kepada ayahnya. Ini berarti beliau memutuskan hubungannya dengan kraton dan kemudian memilih dimakamkan di Gunung Bancak seperti yang telah diceritakan sekilas di depan (pada tahun 1959 keturunan beliau memindahkan makamnya ke samping makam isterinya, Maduretno, di gunung Bancak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kejadian ini Hamengku Buwono merasa terpukul dan mencari tahu latar belakangnya. Akhirnya terungkaplah pengkhianatan Danurejo, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; persekongkolan dengan Belanda;&lt;br /&gt;q Danurejolah yang memerintahkan penangkapan Prawirodirjo III hidup atau mati guna memenuhi permintaan Belanda;&lt;br /&gt;q Danurejo telah mencuri stempel Kraton Yogyakarta untuk mengeluarkan perintah penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu maka Danurejo dihukum penggal di Kraton, yang kemudian dikenal sebagai "patih sedo kedaton".&lt;br /&gt;Prawirodirjo III sendiri adalah cucu Hamengku Buwono I. Kecuali Maduretno (garwo padmi) beliau masih mempunyai isteri lain (garwo paminggir). Mbah Putri Sukimatun Mangundiharjo adalah keturunan kelima dari pasangan Prawiridirjo III dengan Maduretno ini. Sedangkan Alibasah Sentot Prawirodirjo adalah putra dari Prawirodirjo III dengan garwo paminggir tersebut.&lt;br /&gt;Karena di gunung Bancak, Giripurno terdapat makam anak seorang raja maka Giripurno dijadikan Perdikan. Eyang Baelawi kemudian ditunjuk menjadi pengelola daerah Perdikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak kemudian, pengganti Eyang Baelawi selaku pengelola Perdikan Giripurno adalah putera laki-laki tertua, yang bernama Kyai Imam Hidayat, kakak Eyang Abdul Latip, jadi pakdenya Eyang Mangunarso. Cerita selanjutnya tidak begitu jelas, tetapi pimpinan atas tanah perdikan tersebut telah beralih tangan ke keturunan Alibasah Sentot Prawirodirjo. Alih pimpinan tersebut sempat menimbulkan kekacauan sampai terjadi pembakaran pondok. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; santrinya melarikan diri ke Balerejo minta perlindungan Eyang Mangunarso.&lt;br /&gt;Selanjutnya pimpinan Perdikan Giripurno dipegang oleh menantu Alibasah Sentot Prawirodirjo, yaitu Ki Danuprawiro. Selanjutnya setalah beliau meninggal pimpinan dipegang oleh menantu kedua, yaitu Ki Sumoprawiro, dan di kelak kemudian hari setelah beliau meninggal pimpinan diteruskan oleh isterinya, yaitu Nyi Sumoprawiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menampung santri-santri Giripurno, sesuai dengan pola "Langgar-Bale Grio Balerejo itu untuk anak cucu belajar mengaji" maka Eyang mangunarso membuatkan pondok bagi mereka yang letaknya di sebelah selatan tanah yang beliau berikan kepada putrinya, Sri Banun, yang diperistri Ki Kasan Tapsir, sepupunya . Menurut cerita embah-embah kita, Eyang Mangunarso tidak pernah punya pondok, dan tidak memberi pelajaran sendiri. Beliau minta tenaga dari Banjarsari dan dikirimlah seorang tenaga yang andal, yaitu Haji Imam Gazali, menantu ki Tapsir Anom I, Kyai Pertama Perdikan Banjarsari Wetan, berasal dari Tuyuhan, Rembang. Beliau, lewat isterinya adalah misanan dari Eyang Mangunarso. Orang lain yang diminta mengajar oleh Eyang Mangunarso adalah Ki Imam Duryat. Beliau berasal dari Bagelen, Kedu, datang ke Balerejo semula untuk meguru pada Eyang Mangunarso, tapi kemudian menetap di Balerejo. Tidak lama setelah Eyang Mangunarso wafat, Ki Imam Duryat inipun wafat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyang Gazali, yang sementara itu besanan dengan Eyang Mangunarso, dengan mengawinkan Eyang Mangunprawiro dengan putri Eyang Gazali, tak lama setelah itu beliau meninggalkan Balerejo karena diangkat menjadi Penghulu Landraad di Madiun. Maka setelah periode Imam Gazali dan Imam Duryat, pondokpun secara pelan-pelan menyusut kegiatannya dan kemudian bubar. Sangat nalar bila sebelum bubar kegitan pondok tersebut diteruskan oleh Ki Kasan Tapsir, menantu Eyang Mangunarso, bersama Ki Aulawi, saudara laki-lakinya. Ucapan/panggilan "santrine Kyai Kasan Tapsir" menunjuk ke arah itu.&lt;br /&gt;Dengan gambaran cerita seperti itu maka menjadi jelas bahwa pondok tersebut secara fisik-langsung tidak pernah melibatkan Bale Griyo Balerejo dan Langgarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat bahwa salah satu guru ngaji di pondok tersebut adalah Ki Abu Kasan Asngari, yang menurut cerita beliau adalah juga Penghulu Landraad Madiun, juga sepupu dan besan Eyang Mangunarso, ayah Ki Kasan Tapsir. Ki Abu Kasan Asngari memang akrab dengan Balerejo, akan tetapi tidak pernah berdomisili di situ, melainkan hanya sambang anak saja. Setelah wafat beliau dimakamkan di Balerejo karena memang ya familie yang dekat sekali.&lt;br /&gt;Tentang mesjid yang ada di depan Pesarean (makam) itu tidak ada keraguan bawa yang membangun adalah Eyang Mangunarso. Kini mesjid tersebut menjadi milik desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pola lama, maka Eyang Mangunarso mengundurkan diri dari Bale Griyo Balerejo (seleh keprabon). Urusan Balerejo dipasrahkan pada Eyang Mangunprawiro. Beliau sendiri keluar dari Bale Griyo Balerejo, dan membangun rumah ukuran normal disebelah utara Pesarean, yang sekarang menjadi sawah. Jadi lokasi tersebut merupakan kompleks rumah Eyang Mangunarso yang baru, bukan kompleks pondok. Batas utaranya adalah sungai. Yang ikut menumpang di "rumah lor Pesarean" tersebut adalah Ki Imam Duryat. Terakhir beliau menempati langgarnya. Pembangunan Dalem Wetan oleh Eyang Mangundiharjo adalah juga merupakan persiapan beliau lengser dari Bale Griyo Balerejo, seperti yang dilakukan oleh Eyang Mangunarso ketika pindah ke "rumah lor Pesarean" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sudut spiritual, kegiatan Eyang Mangunarso di situ antara lain memproyeksikan doa bagi anak cucu untuk ditinggalkan di Pesarean. Adanya kebiasaan para keturunan (putro wayah) selalu berziarah ke kubur mendoakan yang mati, maka Eyang Mangunarso ganti mendoakan yang berziarah ke kubur. Isi doa antara lain: "keturunannya mengku negoro". Doa yang melingkupi cipta kehendak/cita- cita terungkap dalam sebuah sarasehan yang diadakan di Bale Griyo Balerejo. Hadir kecuali Eyang Mangunarso sebagai tuan rumah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Kyai Kedondong;&lt;br /&gt;q Kyai Klorogan;&lt;br /&gt;q Kyai Serutsewu;&lt;br /&gt;q Eyang Reksoniti (Solo), adik Eyang Mangunarso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep negara yang dianut Eyang Mangunarso adalah Konsep Jawa, yaitu yang memerintah adalah pemerintah bersama rakyat merupakan satu kesatuan. Konsep ini beliau pegang ketika beliau menolak usulan Pemerintah Belanda untuk mendidik putra sulungnya, dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ambillah anak saya Mangunatmojo untuk dididik menjadi pegawai pemerintah, akan tetapi anak saya yang ini, maksudnya Mangunprawiro, biar berada di pihak rakyat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena proyeksi doa ini dua kali Bung Karno menimba kekuatan:&lt;br /&gt;1. Tatkala akan diadili Belanda dan kemudian masuk Sukamiskin. Beliau retraite di Bale Griyo Balerejo dan Pesarean;&lt;br /&gt;2. Pada tahun 1966.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sarasehan tersebut di atas yang dibicarakan dan dirumuskan adalah bagaimana bila mereka ini sudah pada meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Kedondong:&lt;br /&gt;- tidak mempunyai kudangan (idaman) bagi anak keturunannya, terserah mereka sendiri;&lt;br /&gt;- akan tetapi bagi anaknya yang ingin jadi priyayi tidak akan mendapat restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Klorogan:&lt;br /&gt;- anak putu kabeh mengku pondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Serutsewu:&lt;br /&gt;- cilik-cilik mengku langgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyang Reksoniti:&lt;br /&gt;Beliau tinggal di Solo (sebagai Kliwon) karena tidak mempunyai babadan di Balerejo, oleh sebab itu keturunannya kelak supaya menjadi punggawa kraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eyang Mangunarso: anak putuku dak kudang bisoa mengku negoro;&lt;br /&gt;Agama: Islam. Islam yang jalankan oleh Eyang Mangunarso adalah Islam yang vergeestelijkt dan verenerlijkt, dihayati dan tidak hanya dilaksanakan tata tahirnya saja. Hal tersebut juga diucapkan oleh Eyang Mangunarso: "dadio santri ning aja semantri santri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN III&lt;br /&gt;CATATAN SEJARAH DALAM BUKU&lt;br /&gt;NUSA JAWA: SILANG BUDAYA&lt;br /&gt;OLEH&lt;br /&gt;DENYS LOMBARD [2])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada tahun 1635, ketika itu daerah Giri dikepung oleh balatentara Sultan Agung di bawah pimpinan Pangeran Pekik. Sunan Prapen yang memerintah daerah Giri terpaksa menyerah dan ditawan oleh tentara Sultan Agung, kemudian dibawa ke Mataram. Sementara ketiga anaknya, dua laki-laki yaitu Jayengresmi dan Jayengsari, dan seorang putri yaitu Rancangkapti, berhasil meloloskan diri. Keturunan wangsa Giri yang yang tersohor yang merupakan pewaris-pewaris terakhir dari kerajaan pesisir itu terus dikejar-kejar oleh wakil kekuasaan pusat, agen-agen rahasia Sultan Agung. Mereka harus mencari perlindungan di luar kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Perjalanan Jayengresmi.&lt;br /&gt;Diiringi kedua abdinya (punokawan) yaitu Gatak dan Gatuk, ia mengunjungi situs-situs kerajaan kuno di Jawa, mulai dari reruntuhan kerajaan Mojopahit, Candi Penataran, Tuban, Gunung Kendeng sampai situs lama Medang Kamulan dan mendatangi sumber air asin di Kuwu, Sela, Gunung Merapi, Demak, Gunung Muria, Pekalongan, Gunung Slamet, tempat Syekh Sekardalima mengajarkan makrifat dan berbagai suluk kepadanya.&lt;br /&gt;Selanjutnya ia meneruskan perjalanan ke barat, yaitu Gunung Ceremai, Tampomas, sampai ke daerah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk mengunjungi reruntukan bekas Kraton Pejajaran dan membangun pertapaan di Gunung Salak. Cerita selanjutnya, beliau mengakiri pengembaraannya di Gunung Telamaya, di utara Gunung Merbabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Perjalanan Jayengsari dan Rancangkapti.&lt;br /&gt;Diiringi seorang abdi bernama Buras, mereka melarikan diri ke timur. Rombongan kecil itu berhenti di Pasuruan, lalu mengunjungi candi-candi Singhasari, Sanggariti, Tumpang dan Kidal, dan kemudian ke arah dataran tinggi Tengger. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mereka bertemu dengan Resi Satmaka yang mengajari mereka suatu sinkretisme dari Budhisme dan Hinduisme. Perjalanan diteruskan ke Klakah dan Lumajang dan mendaki Gunung Argopura tempat Syekh Wahdat mengajarkan dua puluh sifat Tuhan kepada mereka. Perjalanan mereka teruskan ke Gunung Raung dan sampai ke daerah Banyuwangi dan mengunjungi sisa -sisa istana Menak Jingga.&lt;br /&gt;Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mereka berkenalan dengan seorang nahkoda kapal dagang, Ki Hartati yang menjadi pelindung mereka dan membawanya berlayar sampai ke Pekalongan. Rombongan kecil ini kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke dataran tinggi Dieng. Dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mereka menuju ke barat daya dan akhirnya tiba di Sokayasa di kaki Gunung Bisma dan disambut dengan tangan terbuka oleh Akadiat yang saleh dan istrinya. Karena anak Akadiat sedang melakukan perjalanan lama, maka dengan senang hati Akadiat mengangkat Jayengsari dan adik perempuannya sebagai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita.&lt;br /&gt;Anak Akadiat, bernama Cabolang, yang sedang mengembara bersama empat orang kawannya, akhirnya pulang ke Sokayasa. Disini Cabolang bertemu dengan Jayengsari dan dengan senang hati mengangkatnya sebagai saudara, sedang Rancangkapti menjadi isterinya.&lt;br /&gt;Karena ada berita akan datangnya mata-mata dari Sultan Agung, mereka kembali melarikan diri sampai ke Gunung Lima, dan oleh Syekh Hercaranu, seorang pembangkang terhadap rezim Sultan Agung, mereka disarankan untuk ganti nama. Jayengsari menjadi MANGUNARSO, dan abdinya Buras menjadi Montel, sedang Cabolang menjadi Anggungrimang.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Jayengresmi. Untuk keselamatannya ia juga mengganti nama menjadi Syekh Amongrogo, sedangkan kedua abdinya Gatak dan Gatuk menjadi Jamal dan Jamil. Singkat cerita, Syekh Amongrogo sudah merintis kesepakatan dengan Sultan Agung untuk menggabungkan Wangsa Giri dengan Wangsa Mataram. Disetujui dengan suatu proses mistik, Amongrogo nanti akan menitis pada anak Sultan Agung yang akan menjadi Amangkurat I, sedang istrinya Tambangraras yang sudah ganti nama menjadi Selabrangti menitis sebagai anaknya Pangeran Pekik (perempuan) yang di kemudian hari dinikahkan dengan Amangkurat I, yang akan menurunkan Amangkurat II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas adalah sebagian dari kisah perjalanan wangsa Giri akibat dikejar-kejar tentara Sultan Agung. Sambil melarikan diri mereka menimba kawruh (ilmu) untuk sampai pada kesempurnaan hidup.&lt;br /&gt;Cuplikan cerita di atas disarikan dari Bagian Ketiga buku Nusa Jawa: Silang Budaya, yang ceritanya menyangkut seorang yang bernama Mangunarso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Konon ceritanya, garwo paminngir ini karena didesak terus akhirnya menjawab dengan jengkel bahwa ia mau kawin dengan pemilik suara itu. Waktu itu sedang ada orang mengaji. Tatkala ditelusuri, ternyata pemilik suara itu adalah Kyai Tapsir Anom, Penghulu Kraton yang tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Profesor Denys Lombard adalah pengajar bidang sejarah Asia Tenggara di Paris. Telah tigapuluh tahun beliau meneliti sejarah kebudayaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Salah satu karyanya adalah buku Nusa Jawa: Silang Budaya, yang diterbitkan oleh PT.Gramedia Pusaka Utama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1843356149229830632?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1843356149229830632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1843356149229830632' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1843356149229830632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1843356149229830632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/05/kisah-para-eyang-kita-kisah-ini.html' title='KISAH PARA EYANG KITA'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5268844061682426756</id><published>2008-05-01T11:16:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T11:32:19.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Celotehan Rara...</title><content type='html'>&lt;object height="350" width="425"&gt; Raisya Dyah Paramesti Putri 1 Pasangan dr. Dwi Rizki Wulandari binti Wirawan dengan Ir. Rifki Arif bin Habiburahman. Usia 2 tahun pada 24 Maret 2008. &lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Snb_7loXJmI"&gt;  &lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Snb_7loXJmI" type="application/x-shockwave-flash" height="350" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;  &lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5268844061682426756?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5268844061682426756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5268844061682426756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5268844061682426756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5268844061682426756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/05/celotehan-rara.html' title='Celotehan Rara...'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1651908027470247543</id><published>2008-04-30T17:06:00.002+07:00</published><updated>2008-05-11T18:20:03.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Napoleon Bonaparte</title><content type='html'>Artikel Kiriman Adinda Cahyo &lt;sucahyo_tb@yahoo.com&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;tt&gt;&lt;tt&gt;Pak Puh... saya lagi nemu artikel yang cukup unik dan&lt;br /&gt;ini hanya sekedar berbagi lhoo...semoga bermanfaat&lt;br /&gt;bagi kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Napoleon Bonaparte&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang&lt;br /&gt;Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran&lt;br /&gt;Ajaccio, Corsica 1769. &lt;span class="fullpost"&gt;Namanya terdapat dalam urutan&lt;br /&gt;ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam&lt;br /&gt;sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh&lt;br /&gt;terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya&lt;br /&gt;ia merasa puas dengan segala apa yang telah&lt;br /&gt;diperolehnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan&lt;br /&gt;batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata&lt;br /&gt;tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang&lt;br /&gt;dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum&lt;br /&gt;kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte&lt;br /&gt;menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia&lt;br /&gt;Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam&lt;br /&gt;daripada agama lamanya, Kristen ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat&lt;br /&gt;dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan&lt;br /&gt;Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are&lt;br /&gt;villains, cowardly and cruel. Is there anything more&lt;br /&gt;horrible than the story of Lot and his daughters ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The science which proves to us that the earth is not&lt;br /&gt;the centre of the celestial movements has struck a&lt;br /&gt;great blow at religion. Joshua stops the sun ! One&lt;br /&gt;shall see the stars falling into the sea... I say that&lt;br /&gt;of all the suns and planets,..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap,&lt;br /&gt;sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan&lt;br /&gt;jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada&lt;br /&gt;kisah Lut beserta kedua puterinya ?" (Lihat Kejadian&lt;br /&gt;19:30-38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi&lt;br /&gt;bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan&lt;br /&gt;hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan&lt;br /&gt;matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat&lt;br /&gt;bintang-bintang berjatuhan kedalam laut.... saya&lt;br /&gt;katakan, semua matahari dan planet-planet ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :&lt;br /&gt;"Religions are always based on miracles, on such&lt;br /&gt;things than nobody listens to like Trinity. Yesus&lt;br /&gt;called himself the son of God and he was a descendant&lt;br /&gt;of David. I prefer the religion of Muhammad. It has&lt;br /&gt;less ridiculous things than ours; the turks also call&lt;br /&gt;us idolaters."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang&lt;br /&gt;ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami.&lt;br /&gt;Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia&lt;br /&gt;keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa&lt;br /&gt;oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari&lt;br /&gt;kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam&lt;br /&gt;agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita&lt;br /&gt;sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya :&lt;br /&gt;"Surely, I have told you on different occations and I&lt;br /&gt;have intimated to you by various discourses that I am&lt;br /&gt;a Unitarian Musselman and I glorify the prophet&lt;br /&gt;Muhammad and that I love the Musselmans."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada&lt;br /&gt;anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya&lt;br /&gt;harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah,&lt;br /&gt;bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan&lt;br /&gt;nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia berkata :&lt;br /&gt;"In the name of God the Merciful, the Compassionate.&lt;br /&gt;There is no god but God, He has no son and He reigns&lt;br /&gt;without a partner."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha&lt;br /&gt;Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak&lt;br /&gt;dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah&lt;br /&gt;membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil).&lt;br /&gt;Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggul an Al-Quran&lt;br /&gt;daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang&lt;br /&gt;melatar belakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1. Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine&lt;br /&gt;Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1&lt;br /&gt;(New York: Charles Scribner's Sons, 1889) p. 168-169.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://chnm/" target="_blank"&gt;http://chnm/&lt;/a&gt;. gmu.edu/revoluti on/d/612/&lt;br /&gt;2. 'Napoleon And Islam' by C. Cherfils. ISBN:&lt;br /&gt;967-61-0898- 7&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shef/" target="_blank"&gt;http://www.shef/&lt;/a&gt;. ac.uk/~ics/ whatis/articles/&lt;br /&gt;napoleon. htm&lt;br /&gt;3. Satanic Voices - Ancient and Modern by David M.&lt;br /&gt;Pidcock, (1992 ISBN: 1-81012-03-1) , it states on page&lt;br /&gt;61, that the then official French Newspaper, Le&lt;br /&gt;Moniteur, carried the accounts of his conversion to&lt;br /&gt;Islam, in 1798 C.E   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/tt&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1651908027470247543?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1651908027470247543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1651908027470247543' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1651908027470247543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1651908027470247543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/napoleon-bonaparte.html' title='Napoleon Bonaparte'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-5651764245437667897</id><published>2008-04-29T17:10:00.002+07:00</published><updated>2008-05-14T22:36:33.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kepedulian Pendidik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Refungsionalisasi Kepala Sekolah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kiriman : Eko Drajat Nugroho&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;( nugrohoed@gmail.com )&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Oleh: MUCHLASIN SAg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Ada kesan yang mengemuka bahwa Kepala Sekolah merupakan top leader di suatu sekolah yang dipimpinnya. Artinya, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kepala sekolah hanya sebatas MASLIM (Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator, dan Motivator). Fungsi educator (pengajar dan pendidik) yang seharusnya melekat dalam jabatannya sering terabaikan. Banyak pula kepala sekolah yang sama sekali tidak pernah melakukan fungsi pengajaran di dalam kelas. Alasan utamanya, mereka terlalu sibuk karena posisinya sebagai kepala sekolah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai pemimpin di sekolah. Hal ini sesuai isi SK Pengakatan Jabatan Kepala Sekolah yang diterimanya. Kepala sekolah bukan jabatan struktural, tetapi jabatan fungsional yang memang diperoleh karena sudah memenuhi persyaratan untuk menduduki posisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Hitam Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali seorang kepala sekolah mengajukan PAK (penetapan angka kredit ) bagi jabatan guru, dia selalu mencantumkan rincian angka kredit untuk mendapatkan penilaian. Angka-angka kredit tersebut antara lain diperoleh melalui PBM (proses belajar mengajar) yang meliputi beberapa kegiatan. Yakni menyusun program pengajaran, menyajikan program pengajaran, melaksanakan evaluasi belajar, melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar, menyusun dan melaksanakan program perbaikan serta pengayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula ketika kepala sekolah mengajukan dokumen portofolio untuk memperoleh sertifikat dalam sertifikasi guru. Dia harus menyusun potofolio, yang salah satu komponennya adalah membuat RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) dan pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnmya, pengawas selaku atasan langsung kepala sekolah menilai pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi langsung di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan itu dilakukan dengan cara mengamati dan menilai langsung indikator atau aspek prapembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, penguasaan materi pelajaran, pendekatan atau strategi pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar atau media pembelajaran, pembelajaran yang memicu dan memelihara ketertiban ssiswa, penilaian proses dan hasil belajar, penggunaan bahasa, dan teknik menutup kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari seluruh proses itu, memfungsikan kepala sekolah sebagai guru yang benar-benar terampil di depan kelas merupakan keniscayaan. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan berinteraksi langsung dengan siswa di kelas adalah konsekuensi logis dari jabatan fungsional kepala sekolah yang disandangnya. Hal itu sekaligus menjadi bagian dari profesionalitas kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana guru yang disyaratkan mengajar minimal 24 jam pelajaran perminggu, kepala sekolah pun disyaratkan mengajar di depan kelas "hanya" 6 jam pelajaran perminggu. Enaknya, kepala sekolah bisa memilih mata pelajaran yang dianggap relatif ringan, terutama mata pelajaran non ujian nasional. Persyaratan tersebut tentu bukan sekadar hitam di atas putih untuk mendapatkan legalisasi dalam pengajuan PAK atau sertifikasi guru, tetapi harus benar-benar dilaksanakan di dalam kelas sebagai guru dalam arti yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan kepala sekolah di dalam kelas diharapkan menjadi sumber motivasi belajar bagi para siswa. Kepala sekolah bisa memantau secara langsung perkembangan siswa dalam proses belajar mengajar hanya ketika dia terlibat langsung di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan kepala sekolah mengajar di depan kelas juga menjadi sumber motivasi bagi para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik. Sebab, para guru akan merasa seprofesi dengan kepala sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus pembelajaran di tingkat sekolah dasar (SD), keterlibatan kepala sekolah di kelas akan sangat membantu para guru. Sebab, rata-rata beban mengajar mereka dalam seminggu sekitar 30 jam pelajaran. Tak jarang mereka di sebut sebagai guru kelas atau guru borongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, guru SD memang mengajar banyak mata pelajaran. Hebatnya, hingga saat ini, mereka belum pernah merasakan tunjangan kelebihan jam mengajar. Sebab, memang tak ada tunjangan kelebihan jam mengajar untuk guru SD. Namun, bagi guru SLTP atau SLTA, kehilangan 6 jam pelajaran berdampak pada berkurangnya tunjangan kelebihan jam mengajar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kepala sekolah juga berfungsi sebagai supervisor, pada kenyataannya banyak yang tidak melakukan supervisi secara berkala di dalam kelas. Biasanya, mereka beralasan sibuk, atau supervisi hanya dilakukan terhadap guru-guru yang akan mengajukan PAK atau sertifikasi guru. Itu pun dilakukan di depan meja tanpa terjun langsung ke dalam kelas. Praktis kepala sekolah tidak mengetahui secara persis perkembangan belajar siswa dan teknik guru dalam mengelola kelas dan administrasi pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jenjang SD, apalagi SD yang kekurangan tenaga guru, kepala sekolah sudah terbiasa merangkap sebagai guru dan melakukan fungsi pengajaran di dalam kelas. Bahkan, ada kepala SD yang merangkap fungsi penjaga sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu berbeda dengan di jenjang SLTP dan SLTA. Kepala Sekolah yang benar-benar tampil sebagai guru di depan kelas sangat jarang. Apapun alasannya, kepala sekolah harus memfungsikan diri sebagai guru yang profesional. Dengan keprofesionalitasnm ya itu, kepala sekolah bisa menikmati kenaikan gaji sebesar satu kali gaji pokok dan tunjangan yang melekat lainnya lewat sertifikasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dokumen portofolio, ada sebuah pernyataan yang perlu dicerna dalam sanubari. Pernyataan dalam penutup dokumen itu harus ditandatangani oleh peserta sertifikasi, yaitu guru atau kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan selengkapnya berbunyi, "Dengan ini saya menyatakan bahwa pernyataan dan dokumen di dalam portofolio ini benar-benar hasil karya sendiri dan jika dikemudian hari ternyata pernyataan dan dokumen saya tidak benar, saya bersedia menerima sanksi dan dampak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu mengandung konsekuensi moral. Bagaimana jadinya jika pernyataan peserta sertifikasi itu tidak sesuai dengan kenyataan? Padahal, pada kenyataannya dia tetap tidak terkena sanksi atau dampak hukum. Tentu masih ada sanksi atau dampak hukum yang akan diterima dari Yang Maha Adil.(*)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;MUCHLASIN SAg&lt;br /&gt;Kepala SDN Banjarsari Wetan 01, Dagangan, Madiun &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-5651764245437667897?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/5651764245437667897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=5651764245437667897' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5651764245437667897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/5651764245437667897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/kepedulian-pendidik.html' title='Kepedulian Pendidik'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-2088476202476554166</id><published>2008-04-28T08:03:00.007+07:00</published><updated>2008-06-03T15:36:49.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernikahan'/><title type='text'>Pernikahan Spesial Milik Tiga Kakak Beradik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBUjCaOaL1I/AAAAAAAAADg/Cq0DGpOw5Zo/s1600-h/ARIF+bertiga+utk+blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194096269548203858" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBUjCaOaL1I/AAAAAAAAADg/Cq0DGpOw5Zo/s320/ARIF+bertiga+utk+blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:78%;" &gt;Sesaat setelah akad Nikah&lt;br /&gt;Dari kiri kek kanan : Tomy Hermanto &amp;amp; Ani, ARIF BUDI KURNIAWAN @ DEWI, Eka Triyadi @ Yana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percaya Mitos, Keluarga Mempelai Pria Sempat Tak Setuju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Diambil dari: Koran RADAR CIREBON&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : M RONNA ANGGIE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jejak Pernikahan ibu negara Kristiani Bambang Yudhoyono yang unik, karena menikah bebarengan dengan kakak dan adiknya pada 30 Juli 1976, kini terulang di Cirebon. Tiga kakak beradik, putri pasangan HR Panarto Sugito ( *.Anggota IKBM Jakarta ) dan Hj. Suminah, disandingkan secara bersamaan di kediaman mereka di Sumber, Kabupaten Cirebon. &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasetya Dwi Tresnani SE (27), Dewi Handayani SE (26), dan Triyana Rakhmadona AMd(24) melangsungkan resepsi pernikahan bersama pada Minggu (6/4) di kediaman mereka jalan Anggrek Raya, Griya Sumber Indah, Sumber, Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ani, panggilan akrab si sulung, selain cita-cita ayahnya, pernikahan bersama ini memang diawali serangkaian kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda mereka menjelaskan kepada Radar, sebenarnya Yana panggilan Triyana, sudah mau menikah sejak 2006 dan Ani berencana menikah pada Desember 2007. " Karena saya tak ingin Yana mendahului kakak-kakaknya, jadi ditunda dulu. Nah, yang April ini memang rencananya Dewi. Akhirnya, ketimbang kerabat dan kenalan bosan jika dalam waktu berdekatan kami adakan acara pernikahan putri kami, ya sudah dibarengkan saja " ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani menyebutkan, awalnya keluarga calon suaminya tidak setuju dengan rencana pernikahan bareng tersebut. Sebab pihak keluarga lelaki percaya mitos, bila pernikahan bersama akan menyebabkan salahsatu pasangan mengalami kegagalan di tengah jalan. Sementara pihak keluarga lelaki dari Dewi dan Yana sepakat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suminah kemudian menerangkan kepercayaan semacam itu tidak dijelaskan dalam hadist Rasululloh sebagai sumber ketentuan hukum Islam disamping Al Qur'an " Akhirnya keluarga cowoknya Ani mau menerima juga.Karena memang dari keluarga kami sudah pernah melakukan pernikahan bersama dua orang, yakni pamannya Ani. Dan alhamdulillah sampai sekarang pernikahan itu baik-baik saja", terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung soal biaya pernikahan langsung ketiga putrinya apakah memberatkan atau tidak, Suminah menuturkan bahwa sebagai orang tua dirinya memang telah menyiapkan biaya tersebut, sehingga tidak menjadi beban lagi."Secara teknis pesta yang digelar juga standar saja, tidak ada yang spesial. Saya berharap anak-anak bisa membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Sedih juga mau langsung ditinggal tiga orang putri," tandas ibu berkerudung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik lagi, Yana memiliki saudara kembar bernama Yani Rakhmadani (24) yang juga sebenarnya sudah memiliki kekasih dan siap saja seandainya melangsungkan pernikahan. Tapi, Suminah menginginkan tiga putrinya saja dulu yang menikah. "Cowoknya Yani juga sudah siap untuk menikah. Namun, sudahlah tiga saja dulu, sepi nanti rumah ini kalau keempat putri saya dibawa pergi suaminya," selorohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Radar&lt;/span&gt; di resepsi pernikahan, Yani menyebutkan sedih dan merasa kehilangan sebab kembarannnya menikah lebih dulu. "Ya, namanya juga kembar. Kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan &lt;/span&gt;apa-apa dan ke mana-mana selalu bersama, sekarang aku merasa kesepian," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, bersama kekasihnya yang kini bekerja di Subang akan berencana menikah 2009 nanti. "Saat ini nikah langsung berempat juga bisa, cuma dari keluarga cowokku ingin nanti saja. Mereka takut kalau nikah bareng nantinya ada imbas mitos yang tidak baik," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SBhgDKOaL4I/AAAAAAAAAD8/igiEuRimxto/s1600-h/Arif+untuk+blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195007777572532098" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SBhgDKOaL4I/AAAAAAAAAD8/igiEuRimxto/s320/Arif+untuk+blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dewi mengaku hubungan pacaran ia dan cowoknya, juga kakak dan adik-adiknya bisa dibilang kompak. "Sejak masa kuliah di Bandung dulu, kami berdelapan sering jalan bersama. Kami semua sudah saling kenal dekat tiap cowok saudara-saudara kami," ucap karyawati perusahaan asuransi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan pesta pernikahan adat Jawa-Sunda, pasangan pengantin dan orang tua masing-masing berderet berada diatas panggung sepanjang sepuluh 10 meter. Setelah memiliki suami, Dewi dan Yana akan tinggal di Jakarta, sementara Ani tetap di Cirebon. Suami Ani dan Yana asli Cirebon, sedangkan suami Dewi dari Madiun. (*) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-2088476202476554166?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/2088476202476554166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=2088476202476554166' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/2088476202476554166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/2088476202476554166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/pernikahan-spesial-milik-tiga-kakak.html' title='Pernikahan Spesial Milik Tiga Kakak Beradik'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBUjCaOaL1I/AAAAAAAAADg/Cq0DGpOw5Zo/s72-c/ARIF+bertiga+utk+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-1289715682352041585</id><published>2008-04-28T06:58:00.001+07:00</published><updated>2008-05-11T18:40:57.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>Keluarga Ahmad Budi Handaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBUf0KOaL0I/AAAAAAAAADY/-OYhRMquAIU/s1600-h/DSC02213+untuk+blog.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194092726200184642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBUf0KOaL0I/AAAAAAAAADY/-OYhRMquAIU/s320/DSC02213+untuk+blog.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;Kunjungan Menjelang Pernikahan Arif Budi Kurniawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Maret 2008 kakanda Ahmad Budi Handaru datang kerumah kami dan ke "seluruh" keluarga di Jawa Timur. Mohon doa restu pada ibunda Ny Poernomo di Banjarsari, berkaitan dengan niat beliau untuk punya hajat menikahkan ananda Arif Budi Kurniawan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ingat akan janji kami kepada almarhumah mBak Nuk Rohyati Handaru, kalau kanda / yunda punya hajat kami akan hadir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Memenuhi undangan Mas Hang tanggal 4 April 2008 kami berangkat ke Cirebon. Menumpang KA Bima jam 17.00 kami berangkat meninggalkan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jam 3.30 ( 5 April 08 ) kami turun di stasiun Cirebon. Dari jauh saya melihat perempuan yang berlari-lari dengan girangnya. Ternyata adinda Ahmad Budi Juniarso bersama istri telah datang 1 jam lebih awal, menumpang KA Bangunkarta. Dua perempuan itu berangkulan dengan riangnya, karena tidak menyangka bisa ketemu di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berempat kami duduk menunggu jemputan. Adinda Jun menelpon Suwarno "Putro" asuh kanda Ahmad Budi Djatmiko yang telah mukim di Cirebon ,sebagai petugas penjemput tamu keluarga. Dia menjawab bahwa yang akan menjemput adalah ananda Arif sendiri, jam 4.00. Di samping kami duduk seorang pemuda ngganteng sibuk dengan HP nya sesekali ia menoleh kepada kami, tanpa sepatah katapun terucap. Kami berbincang tentang Kanda Handaru dan nanda Arif .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya pemuda sebelah kami ini ikut mendengarkan perbincangan kami. Dengan sopannya ia bertanya apakah kami akan menghadiri pernikahan Arif Budi Kurniawan, kami jawab " iya ". Ia memperkenalkan diri namanya SETIYO , ia teman karib Arif semasa SMA sampai sekarang. Ia kerja di Perum Angkasa Pura III yang dinas di Bandara Juanda Surabaya . Ia datang jam 2.30 ia menunggu jemputan seperti halnya kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 4.10 ananda Arif menjemput. Kami langsung ke Masjid At Taqwa ( ?) untuk sholat shubuh. Habis sholat kami "digiring" nanda Arif ke warung nasi jamblang yang pernah kondang lewat acara wisata kulinernya Bondan Winarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sarapan kami diantar ke Sumber rumah pondokan dekat tempat hajatan . Hari itu Sabtu tanggal 5 April 2008, akan dilangsungkan pernikahan gelombang 1.&lt;br /&gt;Ananda Arif sendiri akan menikah pada gelombang ke 2 hari minggu 6 April 08 bersama-sama dengan pasangan yang lain. (*) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-1289715682352041585?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/1289715682352041585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=1289715682352041585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1289715682352041585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/1289715682352041585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/keluarga-ahmad-budi-handaru.html' title='Keluarga Ahmad Budi Handaru'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBUf0KOaL0I/AAAAAAAAADY/-OYhRMquAIU/s72-c/DSC02213+untuk+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-4256700247017549757</id><published>2008-04-27T17:15:00.000+07:00</published><updated>2008-04-27T17:28:20.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Keluarga Ahmad Budi Edyanto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SBRUdKOaLzI/AAAAAAAAADQ/WL1he1UZf1U/s1600-h/IMG_2147.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SBRUdKOaLzI/AAAAAAAAADQ/WL1he1UZf1U/s320/IMG_2147.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193869130202754866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_JItClROunxw/SBRTn6OaLxI/AAAAAAAAADA/rMGzFrd1kCY/s1600-h/DSC00432.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_JItClROunxw/SBRTn6OaLxI/AAAAAAAAADA/rMGzFrd1kCY/s320/DSC00432.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193868215374720786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBRTHqOaLwI/AAAAAAAAAC4/6NWwj74aNJw/s1600-h/DSCN0161.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBRTHqOaLwI/AAAAAAAAAC4/6NWwj74aNJw/s400/DSCN0161.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193867661323939586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBRSvqOaLvI/AAAAAAAAACw/JePN05wPxW4/s1600-h/DSC00431.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_JItClROunxw/SBRSvqOaLvI/AAAAAAAAACw/JePN05wPxW4/s400/DSC00431.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193867249007079154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar kenangan saat Niken  wisuda di Jojakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Budi Edyanto putra ke 6 ayahanda Poernomo dan Siti Karlina. Sekarang tnggal di Blitar.&lt;br /&gt;Niken adalah putri ke 3.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-4256700247017549757?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/4256700247017549757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=4256700247017549757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4256700247017549757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4256700247017549757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/keluarga-ahmad-budi-edyanto.html' title='Keluarga Ahmad Budi Edyanto'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SBRUdKOaLzI/AAAAAAAAADQ/WL1he1UZf1U/s72-c/IMG_2147.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-6757185268082860300</id><published>2008-04-25T18:48:00.003+07:00</published><updated>2008-05-04T16:34:40.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'>Foto Kenangan Keluarga Besar K. Notodirodo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBHLWKOaLuI/AAAAAAAAACo/TtbIywxf9wk/s1600-h/the+big+family2+50+%25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBHLWKOaLuI/AAAAAAAAACo/TtbIywxf9wk/s400/the+big+family2+50+%25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193155426897243874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari kiki kekanan : Eko, Hari, Toni,Hanif, Ndoko, nDono, Yanni, Ipung, Tari dan Yoyok&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sekarang semua ini ada dimana Mas Eko ?  &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;( *. mas wink )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ass.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;pre&gt;&lt;tt&gt;&lt;tt&gt;Mas Wink,&lt;br /&gt;Iki ana poto lawas,&lt;br /&gt;kiranya bisa di muat di blog banjarsari&lt;br /&gt;sebagai nostalgia ............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul bisa dipake&lt;br /&gt;Photo Keluarga Besar K. Notodirodo,&lt;br /&gt;diambil sekitar bulan Januari 1976&lt;br /&gt;di halaman depan rumah Keluarga K. Notodirodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pls kiranya bisa saya di add sbg kontributor&lt;br /&gt;blog supaya saya bisa sedikit membantu isi&lt;br /&gt;blog tsb supaya rame. Biasanya utk bisa akses ke blog harus&lt;br /&gt;punya account gmail, account gmail saya: &lt;a href="http://id.f384.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=nugrohoed@gmail.com&amp;amp;YY=99236&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;order=down&amp;amp;sort=date&amp;amp;pos=0&amp;amp;view=a&amp;amp;head=b"&gt;nugrohoed@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, imil yg biasa saya pake imil2an dg mas wink itu imil skunder yg sesekali saja&lt;br /&gt;saya buka, yg biasa saya pake sbg email utama yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.f384.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=nugrohoed@gmail.com&amp;amp;YY=99236&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;order=down&amp;amp;sort=date&amp;amp;pos=0&amp;amp;view=a&amp;amp;head=b"&gt;nugrohoed@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.f384.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=eko_dn@yahoo.com.au&amp;amp;YY=99236&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;order=down&amp;amp;sort=date&amp;amp;pos=0&amp;amp;view=a&amp;amp;head=b"&gt;eko_dn@yahoo.com.au&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.f384.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=ekodrajat.nugroho@bp.com&amp;amp;YY=99236&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;y5beta=yes&amp;amp;order=down&amp;amp;sort=date&amp;amp;pos=0&amp;amp;view=a&amp;amp;head=b"&gt;ekodrajat.nugroho@bp.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuwun.&lt;br /&gt;Wass.&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/tt&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SB1-aKOaL8I/AAAAAAAAAEc/W88-JYvyMSw/s1600-h/Eko-Mukti+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SB1-aKOaL8I/AAAAAAAAAEc/W88-JYvyMSw/s200/Eko-Mukti+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196448532941909954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto Kenangan : Saat Ibu Aslam Cholidi&lt;br /&gt;( Ibunda Pak Mukti )pulang dari menuaikan&lt;br /&gt;ibadah Haji.&lt;br /&gt;Dari kekiri kekanan :&lt;br /&gt;Ahmad Budi Edyanto, Pak Mukti,&lt;br /&gt;Mas Eko, Ahmad Budi Priyatmoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SB1-Z6OaL7I/AAAAAAAAAEU/sgXZFI34mN8/s1600-h/Eko-Mukti.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SB1-Z6OaL7I/AAAAAAAAAEU/sgXZFI34mN8/s200/Eko-Mukti.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196448528646942642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari kiri ke kanan :&lt;br /&gt;Pak Mukti, Mas Eko,&lt;br /&gt;Mas Agus ( Putro Ibu Sun, Sepupu P Mukti )&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mazwink: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Mas Eko adalah putra dari Bp. H.Maskur dan Bude Muti'ah binti K.Notodirodo.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;                  Bude Mut adalah teman sepermainan dan sekolah semasa SD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-6757185268082860300?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/6757185268082860300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=6757185268082860300' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6757185268082860300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6757185268082860300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/04/foto-kenangan-keluarga-besar-notodirodo.html' title='Foto Kenangan Keluarga Besar K. Notodirodo'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/SBHLWKOaLuI/AAAAAAAAACo/TtbIywxf9wk/s72-c/the+big+family2+50+%25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-578246574434519142</id><published>2008-03-19T16:50:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T16:54:22.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Lahir'/><title type='text'>Rara Ulang Tahun</title><content type='html'>Raisya, putri pertama Dwi Rizki, akan ulang tahun yang kedua pada 24 Maret 2008. Tidak ada perayaan besar-besaran. Hanya syukuran beberapa keluarga di Surabaya. Insya Allah keluarga besar: Wirawan, Bambang Priambodo, Ahmad BudiPriyatmoko, Mukhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar kecil-kecilan asal bahagia, karena semua bisa kumpul termasuk Neo (putra Oryza dan Heni). Jadinya, dua cucu Eyang Wirawan bikin rame. Lucu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-578246574434519142?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/578246574434519142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=578246574434519142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/578246574434519142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/578246574434519142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/03/rara-ulang-tahun.html' title='Rara Ulang Tahun'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-4509447694450291188</id><published>2008-01-08T10:29:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T16:47:50.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silaturahim'/><title type='text'>Idul Fitri 1428 H Di Banjarsari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/R4LukQxIltI/AAAAAAAAAB0/Np_znXn1lF8/s1600-h/Keluarga+Besar+Kumpul.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152943230409021138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/R4LukQxIltI/AAAAAAAAAB0/Np_znXn1lF8/s320/Keluarga+Besar+Kumpul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebaran 1428 H. Kumpul di "ndalem" besar keluarga Soemoatmodjo. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kel. Ahmad Budi Wirawan - Surabaya&lt;br /&gt;Kel. Ahmad Budi Edyanto - Blitar&lt;br /&gt;Kel. Ahmad Budi Priyatmoko - Surabaya.&lt;br /&gt;Kel. Mohammad Purwidiantoro - Jogya&lt;br /&gt;Kel. Ghofar - Malang&lt;br /&gt;Kel besar Eyang Oem. Eyang putri dsb. sebagian kecil dari keluarga besar kita. Kapan kumpul lengkapnya ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-4509447694450291188?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/4509447694450291188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=4509447694450291188' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4509447694450291188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/4509447694450291188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/01/idul-fitri-1428-h-di-banjarsari.html' title='Idul Fitri 1428 H Di Banjarsari'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_JItClROunxw/R4LukQxIltI/AAAAAAAAAB0/Np_znXn1lF8/s72-c/Keluarga+Besar+Kumpul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-9071310107775209888</id><published>2008-01-04T16:17:00.000+07:00</published><updated>2008-01-04T16:27:58.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Belum Cukupkah Teguran Ini ?</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;Bencana di Indonesia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Belum Cukupkah Teguran Ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;oleh: A. Budi Sulistyo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun bencana dan musibah sepertinya tak mau lepas-lepasnya dari bumi Indonesia. Sebagian masyarakat ada yang menghubung-hubungkan bencana yang bertubi-tubi melanda Indonesia itu dengan hal-hal mistik, klenik bahkan politik. Ada juga yang mengatakan, itu adalah fenomena alam biasa. Padahal, bisa jadi bencana-bencana itu berkaitan dengan dosa-dosa anak bangsa yang sepertinya tidak peduli lagi dengan dosa-dosa. Karena sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, bencana yang menimpa adalah karena dari kesalahan manusia sendiri. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;“Apa saja ni`mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (Q.S. An Nisaa’ : 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman-Nya yang lain Allah mengingatkan :&lt;br /&gt;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan&lt;br /&gt;tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar Ruum : 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al A’raf ayat 96 Allah berfirman :&lt;br /&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah&lt;br /&gt;Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana bisa menimpa siapa saja, baik yang taat maupun ingkar kepada-Nya, sebagaimana tersebut dalam ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Q.S.Al Anfaal : 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dari Ibnu ‘Umar r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda :&lt;br /&gt;“Apabila Allah ta’ala mendatangkan siksaan pada suatu ummat maka siksaan menimpa seluruh orang yang berada di situ kemudian mereka nanti dibangkitkan sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.“ (hadits Mutafaq ‘Alaihi)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Allah memberi cobaan-cobaan pada manusia, tak lain adalah agar mereka kembali kepada kebenaran, dan agar mengambil pelajaran darinya, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;“Dan Kami coba mereka dengan (ni`mat) yang baik-baik dan (bencana) yang&lt;br /&gt;buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). “ (Q.S.Al A’raaf : 168).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pengajaran?” (Q.S.At Taubah : 126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. yang berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun tipu daya, di mana pendusta dibenarkan, sedangkan orang-orang jujur didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang amanat dianggap pengkhianat, di masa itu ruwaibidhah berbicara.” Beliau ditanya :“ Apakah ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda :“Orang bodoh yang berbicara tentang persoalan orang banyak.” (Hadits riwayat Bukhari) &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup manusia, banyak umat yang timbul tenggelam dalam panggung sejarah. Untuk itu Allah telah mengingatkan, agar kita memperhatikan bagaimana kesudahan umat-umat terdahulu yang ingkar dan mendustakan Allah.. (Q.S.Al An’aam : 6; Ar Ruum : 9, 42 ; Al Mu’min : 82).&lt;br /&gt;Contohnya antara lain, kaum Nabi Nuh yang mendustakan, membantah dan mengolok-olok seruan tauhid Nabi Nuh dihukum dengan ditenggelamkan dalam banjir besar. (Q.S. Al A’raaf : 59 – 64, Yunus : 71 -73, )&lt;br /&gt;Kaum Nabi Syu’aib yang curang dalam timbangan dan takaran serta berbuat kerusakan di muka bumi.(Q.S. Al A’raaf : 85-93 :Huud : 84-95), dihukum dengan gempa yang dahsyat. (Q.S. Al Ankabut : 36-37).&lt;br /&gt;Kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan fahisyah (keji) yang belum pernah diperbuat oleh umat-umat sebelumnya, yakni pelampiasan nafsu syahwat kaum lelaki kepada sesama lelaki, diadzab dengan hujan batu dari tanah yang dibakar yang dibawa angin dan dibalikkan (yang di atas dijadikan di bawah) negeri yang mereka diami. (Q.S.Al A’raaf : 80. Huud : 78-82, Al Ankabut : 28-29, An Naml : 54-58, Asy Syuara : 160-173, Al Hijr : 59).&lt;br /&gt;Karun, salah seorang umat Nabi Musa menyombongkan diri karena kekayaan yang tiada tara -kumpulan anak kunci gudang perbendaharaannya saja tidak terangkat oleh orang-orang yang kuat- dihukum dengan ditenggelamkan ke dalam bumi bersama seluruh harta kekayaannya. (Q.S. Al Qashash : 76-82, Al ‘Ankabuut : 39).&lt;br /&gt;Ada pula contoh yang terjadi pada negeri Saba’, suatu negeri yang semula aman makmur damai, tetapi karena penduduknya berpaling, maka didatangkan banjir besar yang melanda negeri itu, dan, tanaman yang baik-baik digantikan dengan tanaman yang berbuah pahit. (Q.S. Saba’ : 15-16).&lt;br /&gt;Begitu juga dengan perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (Q.S. An Nahl : 112)&lt;br /&gt;Dan banyak lagi contoh lainnya yang bertebaran di dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;Kalau kita tengok realita kehidupan di sekitar kita, baik melalui media cetak, elektronik mau pun kenyataan yang ada, betapa prihatinnya kita, karena begitu merajalelanya perbuatan maksiat diperbuat manusia yang ingkar dan tidak mempercayai adanya hari akhir. Masya Allah ! Misalnya :&lt;br /&gt;Perilaku syirik, yang ditandai dengan maraknya perdukunan dan paranormal. Tatkala ada bencana, mereka meminta tolong kepada para dukun atau paranormal, bahkan mengidolakannya. Ketika gunung Merapi meletus dan menyemburkan awan panas, kapada siapa mereka minta tolong ? Ketika kemudian terjadi gempa bumi dan tsunami melanda wilayah Yogya dan sekitarnya, kepada siapa mereka minta tolong ? Untuk menghentikan semburan lumpur di Sidoarjo, ada ritual dengan cara melemparkan anak sapi hidup-hidup ke aliran lumpur panas.&lt;br /&gt;Zina, bahkan zina yang tak lazim pun tidak jarang terjadi. Rentetannya banyak terjadi aborsi dan bayi yang dibuang di sembarang tempat.&lt;br /&gt;Homosex dan Lesbian&lt;br /&gt;Pria berpakaian dan bertingkah laku seperti wanita atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Pembunuhan, tawuran, bahkan untuk hal-hal yang sepele.&lt;br /&gt;Korupsi, pencurian dan perampokan.&lt;br /&gt;Pengrusakan hutan.&lt;br /&gt;Ghibah, yang bahkan telah menjadi komoditi.&lt;br /&gt;Khamr dengan aneka jenis, istilah maupun derivat yang makin meluas.&lt;br /&gt;Curang dalam timbangan dan takaran.&lt;br /&gt;Judi dengan berbagai bentuk tingkat dan samarannya&lt;br /&gt;Dan lain-lain.&lt;br /&gt;Betapa panjang deretan bencana yang menimpa negara kita: gempa bumi, tsunami, badai, tanah dan sampah longsor, angin puting beliung, kebakaran, kekeringan, banjir bandang, letusan gunung berapi, awan panas, kecelakaan dahsyat di udara, di laut dan di darat, aneka penyakit yang bergantian muncul di mana-mana, flu burung, demam berdarah, diaree, SARS, AIDS dan lain sebagainya. Bahkan terjadi kelaparan yang sampai-sampai merenggut nyawa manusia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.&lt;br /&gt;Lumpur panas Lapindo telah mendekati satu tahun belum juga dapat dihentikan semburannya, bahkan makin meluas dan mengkhawatirkan. Belakangan menyusul semburan-semburan sejenis yang terjadi di Kalimantan dan Serang.&lt;br /&gt;Daftar bencana itupun masih bertambah dengan tenggelamnya kapal Senopati Nusantara dan kapal feri Tri Star I, serta beberapa kapal kecil di berbagai perairan Indonesia. Juga hilangnya pesawat Adam Air, serta jatuhnya kereta api ekonomi ke sungai di Purwokerto.&lt;br /&gt;Dan, yang baru saja terjadi adalah banjir besar yang melanda kawasan ibukota dan sekitarnya. Puluhan orang meninggal dunia, puluhan ribu mamusia menjadi pengungsi, ribuan rumah terendam. Berbagai dampak di bidang ekonomi, sosial, kesehatan dan lain-lain menyertainya pasca banjir&lt;br /&gt;Sungguh hanya Dzat Yang Menciptakan dan Memiliki Bumi yang dapat menghentikan aneka bencana itu. Belum terdetikkah dalam hati kita untuk kembali kepada-Nya, berserah diri bulat-bulat kepada-Nya, Mohon pertolongan hanya kepada-Nya? Belum cukupkah teguran dan peringatan Allah melalui bencana yang menimpa ini? Belum tibakah masanya bagi kita untuk instropeksi, apakah itu pribadi, institusi, kelompok maupun negara terhadap apa yang telah selama ini kita perbuat.&lt;br /&gt;Di dalam kitab tafsir Ibnu Katsir jilid 6 penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i ketika menguraikan tafsir ayat 41-42 surat Ar Ruum, menyebutkan : “Makna firman Allah ‘Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,’ yaitu, kekurangan tanam-tanaman dan buah-buahan disebabkan oleh kemaksiatan.&lt;br /&gt;Abul ‘Aliyah berkata: “Barangsiapa yang berlaku maksiat kepada Allah di muka bumi, maka berarti dia telah berbuat kerusakan di dalamnya. Karena kebaikan bumi dan langit adalah dengan sebab ketaatan.” &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan dan kemampuan manusia sangatlah terbatas. Karena itu jangan lagi menyombongkan diri dengan kecanggihan teknologi, apalagi mensejajarkan Allah dengan makhluk ciptaan-Nya. Jangan lagi minta pertolongan dukun untuk menghentikan semburan lumpur panas, atau pun bencana-bencana yang lain.&lt;br /&gt;Ketika seseorang mengatakan bahwa bencana-bencana yang terjadi adalah fenomena alam biasa, bukannya teguran dari Allah Azza wa Jalla, maka merekapun mensikapinya biasa-biasa saja. Dan solusi yang mereka tawarkan, hanya berdasarkan akal dan menggantungkan kecanggihan teknologi semata. Teknologi itu sah-sah saja, tetapi mengapakah tidak diikuti dengan berdo’a dan menyatakan kelemahan dan keterbatasan diri kepada Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu berfirman:"Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".(Q.S.Al Mu’min : 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita teringat peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh a.s., tatkala putra beliau yang ingkar sedang diombang ambingkan ombak raksasa, iapun dihimbau ayahnya agar bergabung ke dalam bahtera, sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an surat Huud : 42,&lt;br /&gt;Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."&lt;br /&gt;Tetapi, bahwa menurut logika si anak ia dapat berenang ke puncak gunung menyelamatkan diri, iapun dengan congkaknya menjawab.&lt;br /&gt;"Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.(Q.S.Huud 43)&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang panjang yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, disebutkan sebuah kisah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang tiga orang yang terjebak di sebuah gua karena pintunya tertutup batu besar. Kekuatan mereka bertiga tidak bisa menggeser batu besar itu.&lt;br /&gt;Salah seorang di antara mereka berkata : “Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu sekalian dari bencana ini kecuali bila kamu sekalian berdo’a kepada Allah ta’ala dengan menyebutkan amal-amal shalih yang pernah kalian perbuat“. Satu persatu mereka menyebutkan amal shalih mereka masing-masing, kemudian berdo’a memohon agar batu itu digeserkan. Subhanallah, batu itu bergeser setiap kali seorang selesai dengan do’anya. Hingga akhirnya mereka semua dapat keluar dari gua. &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan kembali kepada Allah, menghinakan diri di hadapan-Nya, mengakui segala kebodohan dan keterlanjuran kita, diiringi istighfar mohon ampun kepada-Nya, Insya Allah, Allah akan membukakan jalan untuk terhentinya bencana-bencana itu dan keluar dari aneka kesulitan. an makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah,&lt;br /&gt;Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (Q.S.Huud 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat yang lain Allah berfirman agar kita memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu, kebanyakan mereka adalah orang-orang yang mensekutukan Allah.&lt;br /&gt;Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". (Q.S. Ar Ruum : 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya merenungkan bahwa dari sisi rohaniah untuk hal-hal di atas kuncinya adalah taubat dari perbuatan syirik, sombong dan maksiat, maka timbullah tanda tanya dalam diri saya, siapakah yang akan menyerukan ajakan taubat dan istighfar bagi bangsa ini ? Sungguh kita merindukan seseorang yang saleh dan berwibawa untuk mengajak bangsa ini ke jalan Allah. Tetapi, melihat pengalaman yang pernah terjadi, jika muncul seseorang yang mengajak kepada taubat, maka timbullah aneka komentar atau opini yang berbau politis.&lt;br /&gt;Karena itu, saya mengajak diri saya dan mereka yang yakin akan adanya hari pembalasan, marilah kita memurnikan tauhid, ikhlas dalam menghambakan diri menyembah Allah, serta membanyakkan istighfar mohon ampun kepada-Nya. Diiringi doa mohon pertolongan-Nya agar bangsa ini dilepaskan dari bencana-bencana yang menimpa. Semoga Allah memperkenankan doa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UUN, ALLAAHUMMA’ JURNII FII MUSHIIBATII WA AKHLIFLII KHAIRAN MINHAA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, karuniakanlah pahala kepadaku dalam musibah ini, dan gantilah bagiku musibah itu dengan yang lebih baik darinya. (H.R.Imam Muslim) &lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita takut akan siksaan Allah yang datangnya sekonyong-konyong jika kita melupakan peringatan-peringatan yang telah diberikan.&lt;br /&gt;Firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada&lt;br /&gt;mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Q.S.Al An’aam : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah ini ditulis oleh seorang anak bangsa, seorang rakyat jelata, yang bukan ulama, ustadz ataupun penulis, bukan pula anggota salah satu partai politik. Hanyalah seorang yang prihatin dan merasa terdorong untuk berbuat sesuatu berkenaan dengan rentetan bencana yang menimpa bangsa. Hanya sebuah tulisan sederhana mengenai upaya keluar dari kesulitan yang menimpa bangsa, dari sudut pandang yang lain ini yang dapat saya perbuat. Mudah-mudahan membawa manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi masa.&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,&lt;br /&gt;kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S.Al Ashr: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 22 Muharram 1428&lt;br /&gt;10 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Budi Sulistyo bin Poernomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Rujukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al Quran (Khot dan tarjamah memakai CD ROM Holy Quran)&lt;br /&gt;2. Terjemah Riyadlus Shalihin jilid II, penerbit CV. Toha Putra Semarang 1981,&lt;br /&gt;3. Peristiwa-Peristiwa Dahsyat Akhir Zaman (Berdasarkan dalil-Dalil Shahih), oleh Sa’id ‘Abdul Halim, penerjemah Hawin Murtadlo, penerbit Al-Qowam dan Pustaka Barokah Solo 2004.&lt;br /&gt;4. Kitab Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’I&lt;br /&gt;5. DOA dan PENYEMBUHAN CARA NABI oleh Sa’id ‘Ali bin Wahf AL-QAHTHANIY, penerbit Mitra Pustaka.&lt;br /&gt;6. Ta’lim bersama ustadz M.Maurits, Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Periksa Terjemah Riyadlus Shalihin jilid II, penerbit CV. Toha Putra Semarang 1981, BAB TENTANG HADITS-HADITS YANG TERSEBAR DAN YANG MEMUAT CERITERA, hadits nomor 23&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Periksa Peristiwa-Peristiwa Dahsyat Akhir Zaman (Berdasarkan dalil-Dalil Shahih), oleh Sa’id ‘Abdul Halim, penerjemah Hawin Murtadlo, penerbit Al-Qowam dan Pustaka Barokah Solo 2004, halaman 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Periksa Kitab Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’I hal. 380&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Periksa Terjemah Riyadlush Shalihin, Penerbit CV Toha Putra Semarang, jilid I, BAB TENTANG IKHLAS hadits nomor 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3745133642706328297#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; DOA dan PENYEMBUHAN CARA NABI oleh Sa’id ‘Ali bin Wahf AL-QAHTHAIY, penerbit Mitra Pustaka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-9071310107775209888?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/9071310107775209888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=9071310107775209888' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/9071310107775209888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/9071310107775209888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2008/01/bencana-di-indonesia-belum-cukupkah.html' title='Belum Cukupkah Teguran Ini ?'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-6429126069302717788</id><published>2007-12-22T17:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T19:01:38.076+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Di Banjarsari Online</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R2z4ZgxIlnI/AAAAAAAAAA8/BUImSixBWH8/s1600-h/klg.wirawan+komplit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R2z4ZgxIlnI/AAAAAAAAAA8/BUImSixBWH8/s320/klg.wirawan+komplit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146761591354070642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ass..&lt;br /&gt;Selamat datang buat dulur-dulur banjarsari di blog keluarga.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Disini dulur-dulur dapat memberikan informasi, berita kepada keluarga besar banjarsari yang lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semoga dengan adanya &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;banjarsari-online&lt;/span&gt; dapat meningkatkan tali silahturahmi antara keluarga besar banjarsari&lt;br /&gt;kirimkan berita melalui &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;maz_wink@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-6429126069302717788?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/6429126069302717788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=6429126069302717788' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6429126069302717788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/6429126069302717788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2007/12/selamat-datang.html' title='Selamat Datang Di Banjarsari Online'/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R2z4ZgxIlnI/AAAAAAAAAA8/BUImSixBWH8/s72-c/klg.wirawan+komplit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3745133642706328297.post-3771184211600734695</id><published>2007-09-02T15:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-04T16:23:11.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memori'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sejarah, Kehormatan dan Keberadaan Makam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;Sebuah Catatan Pengantar )&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s1600-h/uvs050222-006.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5150821903111853746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s320/uvs050222-006.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tantangan terbesar yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern adalah menghilangnya nilai-nilai identitas. Ini suatu proses yang alamiah, jika kita mampu mencermati realita yang ada. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, “menjadi modern” membawa konsekuensi semakin kaburnya batasan antar manusia. Manusia, tanpa membedakan suku, ras dan agama, bisa saling berkomunikasi tanpa hambatan apapun. Dalam hal ini orang sudah tak lagi memandang ikatan-ikatan tersebut. Orang dalam bermasyarakat, lebih memandang ikatan kepentinganlah yang paling sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kedua, keluarga sebagai ikatan emosional dan primordial yang terkecil mulai kehilangan fungsinya sebagai perekat. Ini bisa saja terjadi, jika antar anggota keluarga jarang saling berkomunikasi dan tidak memiliki persamaan pandangan. Jika kita menggunakan bahasa Islami, tali silaturrahmi yang renggang menyebabkan tak berfungsinya keluarga ini, tak terkecuali dalam sebuah keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor utama yang menghapus ikatan primordial keluarga dalam hidup manusia, adalah mulai dilupakannya sejarah. Sebagian besar dari kita sudah mulai melupakan sejarah kita sendiri. Kerap kali kita menganggap remeh dan kesulitan untuk menjawab—pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti: “Siapakah kita?”, “Dari mana asal-usul kita?”, “Bagaimana kita ada?”, “Bagaimana kita dan keluarga kita dibesarkan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering berpendapat bahwa masa lalu adalah sesuatu yang tak perlu dikenang, kecuali yang berkait langsung dengan kepentingan pribadi kita. Suatu pandangan yang naif bila mendasarkan semua pada kepentingan belaka. Akibatnya, kita tidak bisa menghargai apa arti perjuangan masa lalu, dan mulailah kita kehilangan salah satu nilai kemanusiaan dalam diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarsari, suka atau tidak, adalah sejarah kita. Sengaja dilupakan atau tidak, ia adalah bagian dari hidup kita. Manusia tidak bisa lepas dari masa lalunya. Dan kita sekarang, salah satunya, dibentuk oleh masa lalu itu. Banjarsari ikut membentuk ikatan darah primordial kita, terlepas dari kita lahir di sini atau tidak. Juga terlepas dari kita pernah mengunjunginya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kyai Muhammad bin Umar meretas keberadaan Banjarsari pertama kali pada 240 tahun yang lalu, mulailah cerita sejarah keluarga besar kita diguratkan. Berawal dari beliau menerima hadiah dari Kasultanan Mataram atas jasa beliau berhasil meredakan pembrontakan yang dilakukan oleh Pangeran Singosari (Malang). Hadiah tersebut berupa tanah yang harus dibabat sendiri oleh beliau. Lahirlah desa perdikan kecil ini, Banjarsari. Dari sinilah lahir sebuah keluarga besar dengan nilai-nilai identitas yang khas. Nilai-nilai identitas yang banyak diwarnai oleh nilai-nilai moral luhur religius (keagamaan), yang diwariskan kepada anggota keluarganya secara turun-temurun. Nilai identitas ini adalah kekuatan mengakar, yang sadar atau tidak, banyak mempengaruhi perilaku hidup kita di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar memang bukan sekedar pionir (pemrakarsa) fisik, tapi juga pionir spiritual. Beliau tidak hanya membangun tempat tinggal bagi kelompok masyarakatnya tetapi juga bagi masyarakat masa depan yang apik dan rapih. Tidak hanya memberikan warisan harta benda berupa desa Banjarsari saja. Lebih dari itu, beliau telah mewariskan Islam, agama yang tak ternilai harganya bagi kita semua, bekal menuju kampung akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau membangun dan memberikan pondasi Agama Islam yang kita imani sekarang, dengan membangun Pondok Pesantren yang menampung ± 1000 orang santri. Nilai spiritual yang hingga kini tetap kita yakini sebagai jarum petunjuk arah langkah kehidupan kita. Nilai-nilai inilah yang terus hidup dan membesarkan generasi-generasi baru yang sedikit banyak ikut mewarnai sejarah perjalanan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Muhammad bin Umar memang telah lama terkubur di bawah tanah. Beliau kini, mungkin, hanyalah sebuah nama masa lalu yang tenggelam di antara sekian nama besar dan nama baru. Makam beliau kini mengalami kerusakan berat dan nyaris tak terurus. Tragis, bila kita mengingat besarnya jasa beliau yang telah membuka/membabad hutan membangun sebuah desa Islami, desa perdikan Banjarsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, suka atau tidak, juga mulai menghilang dari benak kita, cucu-cicit beliau. Ironis ! Akankah falsafah hidup “Mikul Dhuwur, Mendhem Jero” hilang ditelan kehidupan modern. Islam tidak mengajarkan demikian. Pada setiap selesai sholat kita disunnahkan mendoa bagi leluhur dan para syuhada, saudara se-agama dan se-iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno pernah wanti-wanti agar selalu ingat sejarah. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ucapan beliau benar adanya, karena tanpa itu, nilai-nilai identitas yang telah dengan susah payah dibangun dan diwariskan akan kehilangan maknanya. Sekian. (*) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3745133642706328297-3771184211600734695?l=banjarsari-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/feeds/3771184211600734695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3745133642706328297&amp;postID=3771184211600734695' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3771184211600734695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3745133642706328297/posts/default/3771184211600734695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://banjarsari-online.blogspot.com/2007/09/sejarah-kehormatan-dan-keberadaan-makam.html' title=''/><author><name>A.B. WIRAWAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13576373545117109985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/SDfk1MSfjhI/AAAAAAAAAE0/gpKkgA06-tw/S220/bapak+kecil.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_JItClROunxw/R3tlOwxIlrI/AAAAAAAAABY/yUtKlq4eM4w/s72-c/uvs050222-006.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
